JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Komitmen meningkatkan kepatuhan pajak kendaraan bermotor terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui sinergi lintas instansi.
Operasi Gabungan (Opgab) digelar di dua titik strategis, yakni di Jalan Trunojoyo, Desa Kolor tepat di depan Taman Tajamara serta di Jalan Raya Sumenep–Pamekasan, Desa Gunggung, Kecamatan Batuan, Rabu (18/02/2026).
Kegiatan ini melibatkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPD), serta Unit Turjawali Satlantas Polres Sumenep.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak pagi, petugas melakukan pemeriksaan administrasi kendaraan secara selektif dengan pendekatan yang santun dan komunikatif.
Dari pantauan media, Kepala PPD Sumenep, Samtiono, S.H., M.H., turun langsung memimpin jajaran. Ia bersama Kanit Turjawali Satlantas Polres Sumenep, IPDA Dypta, S.H., yang didampingi lima personel.

Kepala Bapenda Sumenep yang diwakili Kabid P3EPD, Suhermanto, S.E., M.E., juga hadir memastikan kegiatan berjalan efektif dan edukatif.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Sumenep, IPDA Dypta, S.H., menegaskan bahwa operasi ini mengedepankan pendekatan humanis.
“Kami ingin membangun kesadaran masyarakat. Operasi ini bukan semata penindakan, tetapi edukasi. Karena itu kami kedepankan sikap humanis dan komunikatif kepada setiap pengendara,” katanya disela kegiatan.
Dari hasil pemeriksaan di dua lokasi tersebut, ditemukan 12 kendaraan yang belum memenuhi kewajiban pajak. Kepala PPD Sumenep, Samtiono, S.H., M.H., merinci temuan itu secara terbuka.
“Di Jalan Trunojoyo depan Taman Tajamara terdapat 8 kendaraan yang belum patuh pajak. Sedangkan di Jalan Raya Sumenep–Pamekasan Desa Gunggung ada 4 kendaraan. Total 12 pelanggaran administrasi pajak kendaraan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pelanggaran tersebut pada dasarnya terjadi karena masih adanya keterlambatan dan kurangnya kepatuhan dari sebagian wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya.
“Pelanggaran ini terjadi karena masih ada keterlibatan wajib pajak yang belum menunaikan kewajibannya tepat waktu. Karena itu kami hadir untuk mengingatkan sekaligus memberikan pemahaman agar ke depan lebih tertib,” tegas Samtiono.
Sementara itu, Kepala Bapenda Sumenep yang diwakili Kabid P3EPD, Suhermanto, S.E., M.E., menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Sinergi ini adalah bentuk komitmen bersama. Pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik. Kami berharap kesadaran wajib pajak semakin tumbuh,” ungkapnya.
Menariknya, operasi gabungan ini juga diwarnai dengan pembagian snack ringan kepada seluruh pengendara di dua titik lokasi. Langkah sederhana tersebut menghadirkan suasana yang lebih hangat dan bersahabat di tengah kegiatan pemeriksaan.
Pemerintah daerah berharap, melalui pendekatan yang persuasif dan berkelanjutan, tingkat kepatuhan pajak kendaraan bermotor di Kabupaten Sumenep akan semakin meningkat, sejalan dengan semangat membangun daerah secara partisipatif dan berkeadilan. (REDJAVA/$$$$)










