Tiga Kali Raih Penghargaan, KHR. Achmad Qusyairi Zaini Jadi Teladan Nasional dalam Perangi Narkoba Lewat Pesantren

- Redaksi

Senin, 20 Oktober 2025 - 13:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KHR. Achmad Qusyairi Zaini, pengasuh Pondok Pesantren Hidayul Ulum Utara Saat Menerima Penghargaan Dari Kapolres Sumenep AKBP Rivanda SIK di Halaman Polres Sumenep, Senin (20/10/2025)

KHR. Achmad Qusyairi Zaini, pengasuh Pondok Pesantren Hidayul Ulum Utara Saat Menerima Penghargaan Dari Kapolres Sumenep AKBP Rivanda SIK di Halaman Polres Sumenep, Senin (20/10/2025)

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Sosok KHR. Achmad Qusyairi Zaini, pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul. Ulum Utara Desa Gadu Barat Kecamatan Ganding kembali menjadi sorotan publik.

Ulama kharismatik asal Kabupaten Sumenep, Madura, itu kembali menerima penghargaan dari Polres Sumenep atas dedikasinya membantu aparat kepolisian dalam mengungkap kasus tindak pidana narkotika di wilayah hukum Polres Sumenep.

Penghargaan yang diterimanya pada Senin (20/10/2025) itu menjadi yang ketiga kalinya bagi Kiai Qusyairi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, pada tahun 2020, ia mendapat penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Sumenep di masa kepemimpinan Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si. Empat tahun kemudian, BNN Provinsi Jawa Timur juga memberikan piagam penghargaan atas kiprah dan peran aktifnya dalam upaya pencegahan serta pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Namun bagi Kiai Qusyairi, penghargaan bukanlah tujuan utama.

“Bagi saya, penghargaan bukan kebanggaan, tapi amanah. Setiap apresiasi justru menjadi pengingat agar kami terus berbuat lebih banyak untuk anak-anak yang menjadi korban narkoba,” ujarnya kepada media ini usai menerima penghargaan di Mapolres Sumenep, Senin (20/10/2025)

Komitmen Kiai Qusyairi terhadap perjuangan melawan narkoba tak sebatas seruan moral. Pada tahun 2020, ia membuka program pesantren rehabilitasi narkoba di Pondok Pesantren Hidayul Ulum Utara.

Baca Juga :  Babinsa Koramil Kota Sumenep Tebar Kepedulian, 150 Nasi Kotak Disalurkan Lewat Aksi Jumat Berkah

Langkah itu ia tempuh karena prihatin melihat banyaknya anak-anak muda yang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

Program ini menampung anak-anak di bawah umur yang terjerat kasus narkoba untuk direhabilitasi dengan pendekatan sosial dan religius.

Sejak berdiri, sebanyak 37 santri mantan pecandu telah dinyatakan sembuh dan kembali hidup normal. Sebagian di antaranya telah bersekolah kembali, dan sebagian lainnya bekerja di masyarakat.

“Kami memandang mereka bukan sebagai pelaku kejahatan, tapi sebagai korban yang harus diselamatkan. Anak-anak itu punya masa depan, mereka butuh kesempatan kedua, bukan hukuman,” tuturnya.

Yang menginspirasi, seluruh proses rehabilitasi di pesantrennya dilakukan tanpa biaya.

“Kami tidak memungut bayaran sepeserpun. Semua gratis. Ini bagian dari ibadah kami. Yang penting mereka mau berubah dan berjanji meninggalkan narkoba,” tegasnya.

Menurut Kiai Qusyairi, kondisi Indonesia saat ini sudah memasuki fase darurat narkoba.

Baca Juga :  Ormas MADAS Sedarah Adukan Dugaan Framing ke DPRD Surabaya

Barang haram itu, katanya, tidak hanya merusak individu, tapi juga menghancurkan moral dan masa depan bangsa.

“Indonesia saat ini bisa dikatakan sudah darurat narkoba. Kalau kita tidak segera bertindak, yang hancur bukan cuma anak-anak kita, tapi masa depan bangsa,” tambahnya.

Karena itu, ia menilai perang melawan narkoba tak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Diperlukan sinergi seluruh elemen bangsa untuk memutus rantai peredaran narkoba.

“Memerangi narkoba bukan hanya tugas polisi atau BNN, tapi tanggung jawab kita bersama. Terutama para tokoh agama, karena mereka punya pengaruh besar di tengah masyarakat,” katanya.

Selain itu, ia juga menyerukan agar pemerintah bersikap tegas tanpa kompromi terhadap para pengedar dan bandar narkoba.

“Tidak boleh ada toleransi sedikitpun untuk pengedar dan bandar. Mereka bukan hanya merusak satu generasi, tapi juga menghancurkan sendi kehidupan bangsa,” ungkapnya.

Kiai Qusyairi berharap agar pemerintah terus memperkuat kerja sama dengan pesantren-pesantren yang telah berperan aktif dalam pembinaan moral generasi muda.

“Pesantren punya kekuatan spiritual dan sosial. Kami siap bersinergi dengan pemerintah dalam menyelamatkan anak-anak yang menjadi korban narkoba. Ini jihad kemanusiaan, bukan sekadar kegiatan sosial,” pungkas Kiai Qusyairi.

Apa yang dilakukan KHR. Achmad Qusyairi Zaini menjadi bukti nyata bahwa pesantren bukan hanya pusat pendidikan agama, tetapi juga benteng penyelamat generasi muda dari kehancuran moral akibat narkoba.

Baca Juga :  Atas Kepeduliannya Kepada UMKM, Bupati Sumenep Terima Anugerah Tokoh Nasional

Melalui tangan dan ketulusan para kiai, pesantren dapat menjadi rumah pemulihan, tempat harapan baru tumbuh bagi anak-anak yang sempat tersesat jalan.

Dari Madura, sosok Kiai Qusyairi menyalakan harapan bahwa melawan narkoba tidak selalu harus dengan senjata, tapi juga dengan kasih sayang, doa, dan keteladanan. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU