JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dari Desa Padangdangan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, nama Nur Hasan kini dikenal hingga mancanegara. Melalui perusahaannya, CV Bhumikara Kula Sejahtera, ia sukses menjadi eksportir daun kelor terbesar di Madura.
Nur Hasan menyampaikan, perusahaannya memproduksi berbagai olahan daun kelor yang kini menembus pasar internasional. Permintaan terhadap produk kelor asal Madura disebut terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
“Produk kami meliputi minyak biji kelor, remahan daun kelor ukuran mesh 80 dan 100 untuk bahan teh, bubuk daun kelor mesh 300, hingga daun kering utuh,” kata Nur Hasan kepada awak media ini, Rabu (12/11/2025).
Dalam kurun waktu empat hingga lima bulan terakhir, perusahaan tersebut mencatat volume ekspor mencapai 60 ton. Menurut Nur Hasan, capaian itu menjadi bukti bahwa kelor memiliki potensi besar di pasar global.
“Kami bersyukur daun kelor kini semakin dikenal manfaatnya. Ini peluang besar bagi petani dan pelaku UMKM di Sumenep untuk ikut terlibat dalam rantai pasok,” ujarnya.
Nur Hasan juga menilai pelaksanaan Sumenep Investment Summit 2025 di Pendopo Agung menjadi momentum penting bagi pelaku usaha lokal. Ia menilai forum tersebut membuka peluang promosi dan kerja sama lebih luas untuk produk unggulan daerah.
“Kami berterima kasih atas terselenggaranya Investment Summit 2025. Harapannya, pemerintah daerah semakin serius mengembangkan industri kelor agar bisa menjadi kebanggaan Sumenep,” pungkasnya.
Ke depan, CV Bhumikara Kula Sejahtera berencana memperluas pasar ekspor dan meningkatkan kapasitas produksi untuk menjaga suplai serta menjawab tingginya permintaan dunia terhadap produk kelor asal Madura. (REDJAVA****)












