JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Maraknya aktivitas kapal Cantrang di perairan Masalembu kembali memicu kemarahan nelayan setempat.
Keberadaan kapal-kapal dengan alat tangkap merusak ini dinilai mengancam ekosistem laut dan mata pencaharian nelayan tradisional.
Pada Jumat (14/2/2025) sekitar pukul 16.15 WIB, kapal KM. BAHARU asal Lamongan yang menggunakan alat tangkap Cantrang sandar di Pelabuhan Masalembu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Informasi ini cepat menyebar di kalangan nelayan yang kemudian mendatangi pelabuhan untuk meminta klarifikasi kepada pihak Syahbandar.
Pihak Syahbandar membenarkan bahwa kapal tersebut menggunakan alat tangkap Cantrang, namun mereka beralasan bahwa kapal bersandar karena salah satu anak buah kapal (ABK) mengalami sakit dan perlu mendapat penanganan medis.
Perwakilan nelayan segera berkoordinasi dengan pimpinan Syahbandar agar dilakukan pemeriksaan terhadap dokumen kapal. Aparat kepolisian juga didatangi untuk diminta terlibat dalam pengecekan.
Pada pukul 19.30 WIB, nelayan dan pihak terkait menggelar musyawarah dan sepakat untuk memeriksa kapal KM. BAHARU. Jika ditemukan pelanggaran, maka akan ditempuh jalur hukum sesuai aturan yang berlaku.
Namun, kecurigaan nelayan terbukti. Sekitar pukul 20.30 WIB, kapal KM. BAHARU justru melarikan diri. Sejumlah nelayan berusaha melakukan pengejaran, didampingi aparat.
Kejar-kejaran pun terjadi di perairan Masalembu, tetapi kapal Cantrang tersebut mematikan lampu dan bahkan berupaya menabrak perahu nelayan agar bisa meloloskan diri.
Nelayan Masalembu menilai kaburnya kapal Cantrang tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan di pelabuhan. Mereka menuntut Syahbandar bertanggung jawab atas insiden ini.
“Kami menduga ada oknum yang berjejaring dengan kapal Cantrang sehingga mereka bisa dengan mudah masuk ke Masalembu. Syahbandar seharusnya mengecek dokumen kapal saat bersandar,” ujar salah satu perwakilan nelayan yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (15/2/25).
Mereka juga mendesak agar Syahbandar segera melaporkan kejadian ini secara hukum. Jika tidak ada tindak lanjut, massa nelayan berencana mendatangi kantor Syahbandar sebagai bentuk protes atas kelalaian pengawasan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Syahbandar terkait kaburnya kapal KM. BAHARU. (REDJAVA****)








