JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Suasana berbeda terasa di SDN Paberasan I, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, selama Ramadan tahun ini. Sejak pagi, lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema dari ruang-ruang kelas, menghadirkan nuansa religius yang menenangkan sekaligus membangkitkan semangat belajar para siswa.
Sekolah dasar tersebut menggelar kegiatan Pondok Ramadan selama tiga hari sebagai bagian dari pembinaan karakter dan penguatan nilai keagamaan bagi para peserta didik. Program ini tidak hanya diisi dengan kegiatan ibadah, tetapi juga praktik nyata kepedulian sosial.
Kegiatan ditutup pada Rabu (4/3/2025) dengan rangkaian acara yang sarat makna, mulai dari salat berjemaah, ceramah singkat keagamaan, santunan anak yatim, hingga aksi berbagi takjil kepada masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Perwakilan guru SDN Paberasan I, Afdal A.Md.Pd, mengatakan Pondok Ramadan menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai keimanan dan akhlak sejak dini kepada para siswa.
“Melalui kegiatan ini kami ingin membentuk karakter anak-anak agar tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan kepedulian sosial yang kuat,” kata Afdal, Kamis (5/3/2025).
Selama kegiatan berlangsung, para siswa mengikuti berbagai aktivitas seperti tadarus Al-Qur’an, salat duha berjemaah, hingga pendalaman materi keislaman. Meski digelar dalam suasana santai, para siswa terlihat antusias mengikuti setiap sesi pembelajaran.
Menurut Afdal, pendekatan yang digunakan dalam Pondok Ramadan tidak hanya bersifat teoritis. Para siswa juga diajak mempraktikkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin anak-anak merasakan langsung makna Ramadan, bukan hanya mendengar ceramah. Karena itu mereka kami libatkan dalam kegiatan sosial seperti santunan dan berbagi takjil,” ujarnya.
Puncak kegiatan berlangsung pada sore hari ketika para siswa bersama para guru turun langsung ke tepi Jalan Raya Sumenep Gapura di Desa Paberasan. Dengan penuh semangat, mereka membagikan paket takjil kepada para pengendara yang melintas.
Aksi sederhana itu menjadi pengalaman berharga bagi para siswa. Banyak di antara mereka yang terlihat bahagia saat memberikan takjil kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.
“Kami ingin menanamkan bahwa kebahagiaan tidak hanya tentang menerima, tetapi juga memberi. Semoga pengalaman ini membekas dalam ingatan mereka hingga dewasa nanti,” jelas Afdal.
Setelah kegiatan berbagi takjil, para siswa dan guru kembali ke sekolah untuk melaksanakan buka puasa bersama. Momen tersebut sekaligus menjadi ajang mempererat hubungan antara guru dan siswa dalam suasana kekeluargaan.
Bagi SDN Paberasan I, Pondok Ramadan bukan sekadar agenda rutin tahunan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang religius, berempati, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Dengan memadukan pendidikan agama dan praktik sosial, sekolah berharap nilai-nilai kebaikan yang ditanamkan selama Ramadan dapat terus tumbuh dalam kehidupan para siswa di masa depan. (REDJAVA****)









