JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Ribuan pasang mata tertuju ke area depan Keraton Sumenep pada Sabtu (21/6/2025).
Di bawah naungan langit malam yang bersahabat, aroma rempah khas Madura menyatu dengan semangat kebudayaan dalam gelaran akbar Madura Culinary Festival 2025.
Festival ini menjadi salah satu ikon dalam Kalender Event Kabupaten Sumenep, menghadirkan lebih dari sekadar sajian kuliner tetapi juga ruang interaksi, inovasi, dan promosi potensi lokal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari ratusan stan yang memamerkan kuliner tradisional hingga modern, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumenep tampil paling mencolok dan penuh kejutan.
Kepala Bapenda Sumenep, Faruk Hanafi, S.Sos, M.Si, tim Bapenda meluncurkan menu kreatif yang memadukan cita rasa dan pesan edukatif dalam satu sajian: Nasi Goreng “MUSTIKA RASA”.
Menu ini bukan hanya memanjakan lidah, melainkan juga merangsang kesadaran publik.
“MUSTIKA RASA” sendiri merupakan singkatan dari Maju terUS TIngkatkan KepAtuhan RAih SAsaran Pajak sebuah pesan tersirat yang kuat, ditujukan kepada masyarakat agar makin sadar bahwa membayar pajak adalah bagian dari kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.
Sajian nasi goreng tersebut diolah dengan bumbu-bumbu khas Madura, memanfaatkan kekayaan rempah lokal, dan disajikan dengan tampilan menarik serta ornamen khas budaya Madura.
Tidak sedikit pengunjung yang berhenti, mengambil foto, dan menyebarkannya ke media sosial.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Bapenda tidak melulu soal angka dan data. Kami ingin lebih dekat dengan masyarakat lewat pendekatan yang hangat, kreatif, dan menyenangkan,” ujar Faruk Hanafi di sela kegiatan.
Festival ini bukan hanya panggung kuliner. Ia adalah panggung ekspresi kebudayaan, kolaborasi antar-OPD, penguatan sektor UMKM, serta pembuktian bahwa birokrasi bisa tampil inovatif.
Banyak peserta lain turut ambil bagian, mulai dari komunitas pecinta kuliner, pelajar, mahasiswa, hingga pelaku UMKM. Mereka saling unjuk gigi dalam lomba masak tradisional hingga kreasi fusion khas Madura.
Tak hanya memperkenalkan potensi daerah melalui rasa, Madura Culinary Festival juga menjadi sarana menguatkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
Inisiatif seperti yang dilakukan Bapenda menjadi inspirasi, bahwa edukasi publik bisa dikemas lebih humanis dan membumi.
“Festival ini bukan sekadar tentang makanan. Ini tentang identitas, kebersamaan, dan keberanian untuk terus berinovasi demi Sumenep yang lebih maju dan dicintai,” imbuhnya.
Dengan sambutan hangat dari masyarakat, pendekatan Bapenda lewat “MUSTIKA RASA” membuktikan bahwa instansi pemerintah mampu hadir lebih segar dan relevan.
Bukan tak mungkin, di tahun-tahun mendatang, pendekatan ini menjadi model kampanye pelayanan publik yang inspiratif di berbagai daerah lainnya.
“Inilah wajah baru pelayanan publik: kreatif, komunikatif, dan membumi,” pungkasnya. (REDJAVA****)








