JAVANETWORK.CO.ID.KOTA BATU – UPT PPD Jawa Timur Sumenep mencatat prestasi membanggakan dengan pencapaian penerimaan pajak 105% dari target, yakni 46 miliar rupiah dari target 47 miliar. Keberhasilan ini menegaskan efektivitas strategi jemput bola, inovasi pelayanan, dan kerja sama antarunit dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kegiatan ini juga masih bagian dari rangkaian Capacity Building Operasi Penyempurnaan (Opsen) Pajak, yang digelar bersama oleh UPT PPD Jawa Timur Sumenep dan Bapenda Sumenep, sebagai upaya meningkatkan kompetensi jajaran dan memperkuat jejaring kerja sama. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Samsat Batu Kota pada hari Sabtu, 29 November 2025, dan turut dihadiri oleh Kepala UPT PPD Jawa Timur Sumenep, Samtiono SH MH, beserta jajaran, Kabid Penagihan, Pengawasan, dan Pelaporan Bapenda Kota Batu, Dra. Ariek Dwi Utami Map, beserta jajaran, serta Kabid P3EPD Bapenda Sumenep, Suhermanto SE ME.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala UPT PPD Sumenep, Samtiono SH MH, menyampaikan optimisme tinggi terkait pencapaian akhir tahun. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan buah kerja keras seluruh jajaran dan penerapan strategi inovatif di lapangan. “Kami optimis, insyaAllah, di akhir bulan atau saat tutup tahun target pajak akan tercapai penuh. Keberhasilan ini berkat kolaborasi seluruh jajaran dan penerapan strategi jemput bola yang terstruktur,” ujar Samtiono.
Samtiono menambahkan bahwa UPT PPD Sumenep terus berupaya menimba ilmu dan meniru praktik terbaik dari daerah lain demi meningkatkan pelayanan dan kepatuhan wajib pajak. “Selain itu, kami juga terus belajar dari praktik terbaik Bapenda Kota Batu agar pelayanan kepada wajib pajak semakin efektif dan efisien. Ini bagian dari upaya kami memperkuat jejaring dan inovasi di UPT PPD Sumenep,” tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Kabid Penagihan, Pengawasan, dan Pelaporan Bapenda Kota Batu, Dra. Ariek Dwi Utami Map, menekankan pentingnya pendekatan proaktif terhadap wajib pajak. Ia menyoroti rekonsiliasi rutin, operasi gabungan, dan kemudahan pembayaran PBB keliling sebagai strategi utama. “Kami menerapkan rekonsiliasi rutin dan operasi gabungan, termasuk pembayaran PBB keliling yang digabung dengan pembayaran kendaraan bermotor. Ini memudahkan wajib pajak sekaligus meningkatkan kepatuhan mereka,” jelas Ariek.
Lebih jauh, Ariek menekankan bahwa keberhasilan strategi ini juga didukung pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi wilayah, baik kota maupun desa. “Pendekatan dua jalur digital untuk kota/kelurahan dan jemput bola di desa merupakan strategi kunci yang terbukti efektif meningkatkan penerimaan pajak hingga saat ini,” ujarnya.

Kegiatan Capacity Building ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana jajaran UPT PPD Sumenep dan Bapenda Sumenep saling bertukar pengalaman, strategi, dan inovasi peningkatan PAD. Acara kemudian diakhiri dengan foto bersama, menegaskan soliditas, kolaborasi, dan komitmen kedua lembaga dalam melayani masyarakat.
Keberhasilan UPT PPD Sumenep ini tidak hanya menjadi inspirasi bagi unit lain di Jawa Timur, tetapi juga menunjukkan bagaimana inovasi, kerja sama, dan peningkatan kapasitas SDM dapat mendorong pencapaian target pajak secara maksimal. (REDJAVA****)








