JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Usai menghadiri acara Puncak Gebyar Muharram 1445 H yang diselenggarakan oleh PC Muslimat NU Sumenep di Gedung Korpri, Gubernur Khofifah Indar Parawansa menuju ke Ponpes Al-Amin Prenduan untuk meresmikan PLTS atap.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang didampingi Kadis ESDM Jawa Timur, Nurcholis, Wakil Bupati Sumenep, Hj Dewi Khalifah, SH, MH, MPdi setibanya di Ponpes Al-Amin Prenduan Sumenep disambut Pengasuh Ponpes KH. Ahmad Fauzi Tidjani.

Peresmian PLTS atap di Ponpes Al-Amin Prenduan ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dengan kapasitas 10.000 Watt dan ini merupakan bantuan dari Provinsi Jawa Timur diberikan ke Ponpes tersebut.
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan pembangunan PLTS atap di Pondok Pesantren, instansi swasta, gedung-gedung pemerintah dan sekolah adalah bentuk dari penerapan kebijakan pemanfaatan EBT menuju target Net Zero Emission 2060.

“Keberadaan PLTS atap di Ponpes Al-Amin dengan 10.000 watt ini menjadi referensi bagi seluruh masyarakat dunia bahwa disini sudah ada penerapan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) mendukung green economy, sehingga pemanfaatan EBT ini akan terus dimasifkan,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
Dengan peresmian ini kata orang nomer satu di lingkungan Pemprov Jatim itu menerangkan akan menjadi penguat dari berbagai upaya mewujudkan Net Zero Emission (NZE) 2060. Termasuk juga dalam kegiatan penghijauan melalui penanaman mangrove di berbagai titik-titik pantai di Jawa Timur.

“Semoga harapan kami, sedekah oksigen dari penanaman mangrove bisa mengurangi terwujudnya Net Zero Emission 2060 dan penerapan EBT,” imbuh Ketum Pengurus Pusat (PP) Muslimat Nahdatul itu.
Gubernur Jatim lebih lanjut menerangkan, dengan kapasitas 10.000 watt, PLTS di Al-Amien mampu memenuhi seluruh kebutuhan listrik di rumah susun yang ada di Ponpes Al-Amin dan mushala-mushala di sekitar.

“Sebelum ada PLTS, biaya listrik untuk rusunawa ini mencapai Rp 1,5 juta per bulan. Alhamdulillah, kini pihak Ponpes tidak perlu lagi mengeluarkan biaya sebesar itu. Meski ini kecil tapi resonansinya sangat besar kedepannya,” imbuh Gubernur Khofifah.
Dihadapan pengasuh Ponpes dan para santri Al-Amin yang hadir, Gubernur, juga mengungkapkan pentingnya kerja profesional dan teknokratis dengan dukungan spiritiual. Sebab, beragam pencapaian prestasi yang dimiliki Jawa Timur merupakan gabungan dari upaya tersebut.

“Bahwa kerja keras kita lakukan semua itu, harus diiringi dengan doa dan ikhtiar spiritual. Kami bekerja keras, membangun jejaring tapi juga tidak ketinggalan untuk mengiringi upayanya dengan ikhtiar bathin atau spiritual,” pungkasnya.
Sementara Kepala Dinas ESDM Jawa Timur Nurkholis dalam laporannya memaparkan, tahun ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur membangun PLTS di 25 pondok pesantren. Salah satunya Ponpes Al-Amien Prenduan Sumenep.

“Ini ibarat sebagai stimulan. Sehingga alumni-alumni Ponpes Al Amien yang tersebar juga bisa ikut beralih pada energi baru terbarukan,” kata Kadis ESDM Jatim, Nurkhalis.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur kedepan akan lebih memasifkan pembangunan PLTS baik di ponpes, instansi pemerintah, dan gedung-gedung milik pemerintah. Diharapkan penggunaan PLTS ini bisa menjadi awal baik menuju penggunaan energi ramah lingkungan.

“Pemerintah Provinsi juga memberikan bantuan sambungan listrik gratis terhadap 4.555 rumah. Termasuk juga sama tokennya,” tandasnya. (REDJAVA****)











