JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) kembali menggelar Job Fair 2025 di Graha Wicaksana Abdi Negara (KORPRI), Rabu (17/9/2025).
Acara resmi dibuka dengan pemukulan gong oleh Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim SH MH, didampingi Kepala Disnaker Sumenep, Heru Santoso S.STP, M.H.
Prosesi tersebut menjadi penanda dimulainya agenda pencarian kerja terbesar di kabupaten ujung timur Pulau Madura itu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Plt Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Sumenep, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Kehadiran para pejabat tersebut menjadi bentuk dukungan penuh terhadap upaya pemerintah daerah memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
Sebanyak 36 perusahaan berpartisipasi dalam kegiatan ini dengan menyediakan 3.152 lowongan kerja resmi.
Dari jumlah tersebut, 22 perusahaan berasal dari Sumenep, sementara 14 lainnya dari luar daerah.
Kepala Disnaker Sumenep, Heru Santoso, mengatakan bahwa gelaran ini menjadi momentum penting mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ribuan pencari kerja sudah mendaftar melalui formulir daring, dan kami optimistis pengunjung bisa menembus lebih dari dua ribu orang hingga acara berakhir,” ujarnya.
Ia menegaskan, job fair bukan sekadar acara seremonial, melainkan sarana nyata membuka akses lapangan kerja dan mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal.
Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim, menilai kegiatan ini sebagai strategi penting pemerintah daerah untuk menekan angka pengangguran sekaligus mengurangi kemiskinan.
“Jika ribuan pendaftar ini dapat terserap, otomatis angka pengangguran akan turun, dan dengan sendirinya tingkat kemiskinan ikut berkurang. Inilah tujuan utama job fair,” kata kiai Imam.
Berdasarkan data terbaru, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Sumenep berada pada angka 1,69 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional.

Meski begitu, pemerintah daerah tetap menargetkan peningkatan kualitas ketenagakerjaan secara berkelanjutan.
Sosok orang nomer dua di Kabupaten Sumenep menambahkan, tahun depan jumlah lowongan ditargetkan meningkat hingga 4.000–5.000 formasi.
“Kami mendorong perusahaan agar memperluas kerja sama dengan pemerintah daerah. Semakin banyak peluang yang dibuka, semakin besar pula kesempatan masyarakat Sumenep untuk meningkatkan taraf hidup,” ungkapnya.
Dengan langkah ini, Pemkab Sumenep berharap Job Fair 2025 menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai fasilitator, tetapi juga sebagai penggerak ekosistem ketenagakerjaan yang sehat dan berkelanjutan. (REDJAVA****)










