JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Malam Kamis (3/9) menjadi sejarah baru bagi Kabupaten Sumenep. Stadion A. Yani, Panglegur, mendadak bergetar oleh riuh tepuk tangan, cahaya lampu, dan dentuman musik ketika Madura Culture Festival (MCF) 2025 resmi ditutup setelah tujuh hari penuh kemeriahan dan makna budaya.
Gelaran budaya terbesar di Pulau Garam itu tidak hanya menghadirkan nostalgia tradisi leluhur, tetapi juga meneguhkan posisi Sumenep di garda depan kebangkitan budaya Nusantara.
Sejak sore hingga larut malam, ribuan pengunjung tumpah ruah di area stadion. Mereka datang dari berbagai penjuru Madura, Jawa Timur, bahkan luar daerah, hanya untuk menyaksikan puncak acara spektakuler ini.
Suasana semakin pecah ketika panggung hiburan menampilkan musik dangdut yang menggoyang penonton tanpa henti.
Dari tribun hingga lapangan utama, antusiasme pengunjung memuncak hingga detik terakhir, menegaskan Sumenep sebagai magnet wisata budaya yang tak tertandingi.
Puncak penutupan semakin bermakna dengan pengumuman pemenang Stand Madura Night Vaganza (MNV) 2025, ajang bergengsi yang menjadi ikon pameran pembangunan kelembagaan dan potensi daerah.
Dalam kategori Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Terbaik, penghargaan diberikan kepada:
1. Bappeda dan BKPSDM
2. Dinas Dukcapil
3. Dinas Kesehatan P2KB
4. RSUD dr. H. Moh. Anwar
Sedangkan pada kategori Eks Kewedanaan Terbaik, dua kelompok wilayah berhasil menjadi juara:
1. Arjasa, Kangayan, dan Sapeken
2. Batang-batang, Gapura, Dungkek, dan Batuputih
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kreativitas, inovasi, serta dedikasi dalam menyajikan stand yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu mencerminkan potensi pembangunan dan kekayaan budaya lokal.
Kepala Disbudporapar Sumenep, Moh. Iksan, mewakili Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH., MH., secara langsung menyerahkan trofi penghargaan kepada para pemenang sekaligus menyampaikan apresiasi kepada sponsorship yang berperan besar menyukseskan acara.
“MCF adalah bukti bahwa budaya dan kelembagaan bisa berjalan beriringan. Dari Sumenep, kita tunjukkan kepada Indonesia bahwa budaya dapat mempersatukan, menggerakkan ekonomi, sekaligus mengangkat citra daerah ke level nasional bahkan internasional,” ujarnya
Selama sepekan, MCF 2025 menampilkan lebih dari 10 agenda spektakuler: mulai dari penampilan budaya 10 kabupaten/kota Tapal Kuda, Go Sumenep Fun Run 5K, Festival Tembakau, Festival Kopi, lomba melinting rokok, hingga pameran stand kelembagaan.
Panitia mencatat, lebih dari 22 ribu pengunjung hadir di berbagai titik acara. Angka ini bukan hanya rekor, tetapi juga bukti bahwa MCF telah menjelma menjadi ikon baru pariwisata budaya Indonesia.
“Inilah energi budaya yang lahir dari tanah Madura. Dan Sumenep akan terus menjaganya sebagai warisan tak ternilai bagi generasi mendatang,” pungkas Moh. Iksan. (REDJAVA****)












