JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Sebuah momentum penuh keberkahan akan segera digelar oleh Madrasah Diniyah Takmiliyah Al Karimiyyah.
Pada Rabu, 26 Februari 2025, pukul 19.00 WIB, halaman Asrama Santri Putra akan menjadi saksi dari puncak perayaan Haflah Tasyakkur Lil Imtihan, sebuah tradisi sakral dalam dunia pesantren yang menggambarkan syukur atas capaian ilmu para santri.
Dua ulama besar dijadwalkan akan mengisi acara ini, yakni Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si., Pengasuh Pondok Pesantren Al Karimiyyah Braji, serta KH. Muhammad Ismail Al-Ascholy, Rais Am Pondok Pesantren Putri Syaichona Moh. Cholil Bangkalan.
Kehadiran kedua tokoh ini dipastikan akan membawa atmosfer spiritual yang mendalam, serta menjadi penyemangat bagi para santri dalam menggapai keberkahan ilmu.
Sebagai seorang ulama sekaligus cendekiawan, Dr. KH. A. Busyro Karim dikenal dengan ketajaman pemikirannya dalam mengembangkan pendidikan berbasis pesantren yang tetap adaptif terhadap perkembangan zaman.
Sementara itu, KH. Muhammad Ismail Al-Ascholy membawa keteduhan khas ulama Bangkalan yang menitikberatkan pada nilai-nilai tasawuf dan penguatan akhlak santri.
Acara ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi ajang refleksi bagi seluruh santri dan masyarakat akan pentingnya pendidikan berbasis nilai-nilai Islam.
Haflah ini diharapkan menjadi tonggak bagi Madrasah Al Karimiyyah dalam mencetak generasi unggul yang tak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki daya saing di era modern.
Dengan antusiasme yang tinggi, masyarakat sekitar dan para alumni pesantren diperkirakan akan memadati lokasi acara.
Nuansa religius yang kental, dipadu dengan tausiyah yang mendalam dari para ulama, diyakini akan menjadikan malam puncak haflah ini sebagai momen yang berkesan dan membawa keberkahan bagi semua yang hadir.
Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai acara ini, Madrasah Al Karimiyyah juga aktif di berbagai platform media sosial, seperti Instagram, Facebook, Twitter, serta kanal YouTube dengan nama ponpes alkarimiyyah.
Acara ini bukan hanya sekadar peringatan, tetapi juga merupakan simbol dari keberlanjutan tradisi pesantren dalam mencetak generasi Islam yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing tinggi.
Jangan lewatkan kesempatan langka ini, hadir dan rasakan keberkahannya! (REDJAVA****)










