Pancasila 1 Juni 1945, Gagasan Putra Sang Fajar

- Redaksi

Sabtu, 1 Juni 2024 - 08:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pancasila 1 Juni 1945, Gagasan Putra Sang Fajar

Pancasila 1 Juni 1945, Gagasan Putra Sang Fajar

JAVANETWORK.CO.ID.NASIONAL – Secara historis, lahirnya Pancasila pada 1 Juni 1945 bermula dari peristiwa sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Dalam sidang BPUPKI tersebut, Bung Karno menguraikan panjang lebar, bahkan tanpa teks, mengenai falsafah Pancasila. Dalam pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945, beliau mengatakan:

“Saudara-saudara! Dasar-dasar Negara telah saya usulkan. Lima bilangannya. Inikah Panca Dharma? Bukan! Nama Panca Darma tidak tepat di sini. Dharma berarti kewajiban, sedang kita membicarakan dasar,” ujar Bung Karno. Menurut petunjuk seorang kawannya yang ahli bahasa, nama paling tepat adalah Pancasila. Sila artinya asas atau dasar. “Di atas kelima dasar itulah kita mendirikan Negara Indonesia, kekal dan abadi,” ujarnya. “Pancasila itulah yang berkobar-kobar di dalam dada saya sejak berpuluh tahun.”

Baca Juga :  Kabaharkam Polri Lepas 111 Personel Amankan TPS Luar Negeri: Jalankan Tugas dengan Baik

Petikan dari pidato Bung Karno 1 Juni 1945 menunjukkan bahwa pertama kali terminologi Pancasila disampaikan oleh beliau dalam sidang BPUPKI.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara yuridis, Bangsa Indonesia memperingati Hari Lahirnya Pancasila pada tanggal 1 Juni 1945 berdasarkan Keppres No. 24 Tahun 2016. Perlu diingat bahwa, rumusan Pancasila sejak pertama kali Pidato Bung Karno 1 Juni 1945, Rumusan Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945 oleh Panitia Sembilan yang diketuai oleh Bung Karno hingga finalisasi rumusan Pancasila oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 yang juga diketuai oleh beliau, mutlak sebagai sebuah proses utuh lahirnya Pancasila sebagai Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga :  Pangdam V/Brawijaya Tinjau Jembatan Perintis Garuda di Sumenep, Buka Akses Ekonomi Warga Pedesaan

Pancasila, Sarinah dua gagasan besar Putra Sang Fajar, bicara soal kerakyatan berpihak pada kemanusiaan. Pancasila bukan hanya dijadikan ideologi bagi setiap bangsa Indonesia, lebih dari itu Pancasila dijadikan sebagai ideologi negara. Setiap perilaku entitas Bangsa Indonesia, dari mulai Masyarakat sipil, pejabat, entitas akademik mutlak berpedoman pada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Pada momentum peringatan Hari Lahirnya Pancasila 1 Juni 1945 ini, saya mengajak seluruh entitas Bangsa Indonesia untuk merefleksikan secara ideologis bahwa Pancasila bukan sebatas kata tersurat, melainkan bagaimana Pancasila sebagai ideologi efektik dipraksiskan di setiap kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Penguatan ideologis di ranah intelektual menjadi tanggung jawab moral entitas intelektual, sebab peranan ideologi Pancasila sebagai penuntun moral Bangsa Indonesia.

Baca Juga :  Jumlah Pemakaian Kendaraan Listrik Tertinggi di Jatim, Bupati Ra Fauzi di Apresiasi PT PLN Persero

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek), pada 2022 Jumlah mahasiswa di Indonesia mencapai 9,32 juta jiwa. Sedangkan jumlah dosen berjumlah 326,5 ribu. Maka jika ditotal secara keseluruhan entitas intelektual mencapai 335,82 entitas intelektual. Jika satu saja seorang intelektual ingkar terhadap pemahaman ideologi Pancasila maka yang tercipta adalah carut marutnya kondisi Bangsa kita. Paham radikalisme di berbagai kampus misalnya, bagaimana peranan kelompok intelektual dalam melakukan upaya-upaya pencegahan terhadap Gerakan radikalisme di kampus membutuhkan pemahaman secara fundamental dan praksis untuk merumuskan sebuah strategi pen egahan radikalisme di Kampus.

Oleh : Dia Puspitasari, S.Sosio., M.Si. (Sekretaris Institut Sarinah)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Polresta Sumenep Raih Pelayanan Prima A, Bukti Nyata Komitmen Layani Masyarakat
Siswa MAN Sumenep Unjuk Gigi di Ajang Provinsi, Mini Drama Angkat Moderasi Beragama dan Budaya Lokal
Atlet Muda Sumenep Cetak Prestasi di Lamongan, Ketua PBSI: Semoga Jadi Semangat Atlet Lain
Rangkaian Mubes BEM-KM STAIM, Debat Kandidat Bongkar Strategi Membangun Organisasi Progresif
Jambore Kwarran Dasuk 2026 Digelar, 509 Pramuka Merajut Kebersamaan Menuju Indonesia Emas
BMPD Sumenep Kalah 3-2, Hairil Fajar: Kebersamaan Jadi Kemenangan Sesungguhnya
Poppy Popper Pecah di Bapenda Sumenep, Semarak HUT RI ke-81 Penuh Kebersamaan
HUT RI Ke-81, Pemkab Sumenep Berikan Insentif Fiskal 81 Persen Ringankan Piutang PBB-P2 Warga

BERITA TERKAIT

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:34 WIB

Polresta Sumenep Raih Pelayanan Prima A, Bukti Nyata Komitmen Layani Masyarakat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:07 WIB

Siswa MAN Sumenep Unjuk Gigi di Ajang Provinsi, Mini Drama Angkat Moderasi Beragama dan Budaya Lokal

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:51 WIB

Atlet Muda Sumenep Cetak Prestasi di Lamongan, Ketua PBSI: Semoga Jadi Semangat Atlet Lain

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:08 WIB

Rangkaian Mubes BEM-KM STAIM, Debat Kandidat Bongkar Strategi Membangun Organisasi Progresif

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:29 WIB

Jambore Kwarran Dasuk 2026 Digelar, 509 Pramuka Merajut Kebersamaan Menuju Indonesia Emas

BERITA TERBARU