BMKG Warning Cuaca Ekstrem Hingga Maret 2026, Bupati Sumenep Terbitkan Edaran Siaga Bencana

- Redaksi

Selasa, 23 Desember 2025 - 20:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH. MH Dengan Latar Surat Edaran Siaga Bencana

Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH. MH Dengan Latar Surat Edaran Siaga Bencana

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep resmi meningkatkan status kesiapsiagaan menghadapi Musim Hujan 2025/2026 menyusul prediksi curah hujan menengah hingga tinggi yang akan melanda hampir seluruh wilayah Sumenep hingga Maret 2026.

Langkah antisipatif tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Bupati Sumenep Nomor 45 Tahun 2025 tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Hujan 2025/2026, yang ditandatangani pada 22 Desember 2025, berlandaskan analisis resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Berdasarkan Prediksi Curah Hujan Kumulatif Bulanan Deterministik BMKG, wilayah Jawa Timur, termasuk Kabupaten Sumenep, diperkirakan mengalami curah hujan 100–500 mm per bulan, dengan puncak hujan terjadi pada Januari–Februari 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H. menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin bersikap reaktif, melainkan hadir lebih awal untuk melindungi masyarakat.

“Kami tidak menunggu bencana datang baru bergerak. Pemerintah harus lebih dulu membaca tanda-tanda alam dan memastikan seluruh elemen siap menghadapi musim hujan ini,” kata Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo dalam keterangan tertulis, Selasa (23/12/2025). 

BMKG mencatat sejumlah indikator iklim global dan regional yang memperkuat potensi hujan intens, di antaranya ENSO negatif, Monsun Asia aktif, MJO aktif fase 8, serta Dipole Mode negatif yang meningkatkan suplai uap air dari Samudra Hindia ke wilayah Indonesia.

Baca Juga :  Kodim 0827/Sumenep Ikuti Apel Gelar Pasukan PAM Kunjungan Wapres ke Sumenep

Kondisi tersebut diperkirakan memicu hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah kecamatan daratan maupun kepulauan Sumenep, termasuk wilayah rawan genangan dan banjir.

“Kondisi atmosfer dan laut saat ini sangat mendukung terjadinya hujan intens. Karena itu, kesiapsiagaan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama,” ujar orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep itu.

Dalam lampiran edaran tersebut, BMKG memproyeksikan hampir seluruh kecamatan di Sumenep akan mengalami curah hujan kategori menengah hingga tinggi pada periode Januari hingga Maret 2026, termasuk wilayah kepulauan seperti Masalembu, Sapeken, Kangayan, dan Raas.

Baca Juga :  Dikemas JJS Demokrasi, PWI Sumenep Gandeng Bupati, KPU dan Bawaslu Deklarasikan Pemilu Damai

Pemerintah daerah menilai kondisi ini berpotensi menimbulkan banjir, pohon tumbang, gangguan infrastruktur, hingga risiko keselamatan warga, terutama di kawasan permukiman padat dan wilayah pesisir.

“Kami meminta seluruh perangkat daerah, camat, kepala desa, hingga pelaku usaha tidak menganggap musim hujan ini sebagai rutinitas tahunan semata. Potensinya serius dan harus dihadapi dengan langkah nyata,” tegas Bupati Fauzi.

Melalui surat edaran tersebut, Bupati Sumenep menginstruksikan berbagai langkah strategis, mulai dari pembersihan drainase, kesiapan personel dan peralatan kebencanaan, pengamanan fasilitas publik, hingga pembentukan posko siaga bencana di tingkat kecamatan dan desa.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Bertolak ke Kamboja untuk Hadiri KTT ASEAN ke-40 dan ke-41

Masyarakat juga diimbau untuk aktif menjaga lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta segera melaporkan kejadian darurat melalui Call Center 112 atau BPBD Kabupaten Sumenep.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Dengan koordinasi yang kuat dan partisipasi warga, risiko bencana dapat kita tekan semaksimal mungkin,” tutup Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.

Pemkab Sumenep menegaskan bahwa seluruh langkah kesiapsiagaan ini dilakukan untuk menjamin perlindungan masyarakat dan memastikan penanggulangan bencana berjalan terencana, terpadu, dan berkelanjutan, sejalan dengan peraturan perundang-undangan serta kearifan lokal. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU