Malam Ketujuh Tahlil Almarhum Rusdiyono di Paberasan Dihadiri Dua Tokoh Besar Sumenep

- Redaksi

Rabu, 4 Februari 2026 - 21:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wabup Sumenep KH Imam Hasyim Dan KH Abuya Busyro Karim di Suasana Tahlil Hari ke-7 di Kediaman Almarhum Rusdiyono (Didik) ASN Sekwan DPRD Sumenep, Rabu (04/02/2026)

Wabup Sumenep KH Imam Hasyim Dan KH Abuya Busyro Karim di Suasana Tahlil Hari ke-7 di Kediaman Almarhum Rusdiyono (Didik) ASN Sekwan DPRD Sumenep, Rabu (04/02/2026)

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Malam ketujuh tahlil almarhum Rusdiyono di Desa Paberasan, Kabupaten Sumenep, berlangsung khidmat dan sarat makna.

Rangkaian doa yang menandai puncak tahlil tujuh hari wafatnya almarhum itu menjadi istimewa dengan kehadiran para tokoh penting daerah yang turut memimpin doa bersama ratusan warga.

Hadir langsung Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, S.H., M.H., serta Dr. KH. Abuya Busyro Karim, M.Si., mantan Ketua DPRD Sumenep sekaligus Bupati Sumenep dua periode.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kehadiran keduanya menambah kekhusyukan suasana dzikir sarwah yang digelar di kediaman keluarga almarhum.

Acara ini juga dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Sumenep, K. Samiudin, bersama sejumlah tokoh agama setempat, di antaranya KH Dasuki Yahya, K. Sahirudin, K. Mura’i, dan KH Rahmawi.

Sejak awal kegiatan, ratusan warga Desa Paberasan dan sekitarnya tampak memadati lokasi, larut dalam lantunan dzikir dan doa yang dipanjatkan dengan penuh kekhidmatan.

Baca Juga :  Kasdim Hadiri Pembukaan Kejuaraan PSN Perisai Putih Pencak Silat Bupati Sumenep Cup 3

Rangkaian dzikir dan doa sarwah dipanjatkan secara khusus untuk almarhum Rusdiyono, memohonkan ampunan, rahmat, serta tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Doa puncak dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim, kemudian dilanjutkan dengan doa penutup oleh KH Abuya Busyro Karim, menciptakan suasana haru dan kebersamaan yang mendalam.

Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim mengenang almarhum sebagai sosok yang memiliki rekam jejak pengabdian baik selama bertugas di lingkungan pemerintahan daerah.

“Almarhum Rusdiyono itu dulu, saat saya menjabat sebagai Ketua DPRD Sumenep, beliau adalah ajudan saya. Ia menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi,” kata KH Imam Hasyim dihadapan istri Rusdiyono.

Diketahui, almarhum Rusdiyono merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Sumenep sejak 2008

Baca Juga :  Ach. Supiyadi Menang di PN Pamekasan, Hak Tanah Nuriah Dipulihkan: Hukum Tak Boleh Jadi Alat Melegitimasi Ketidakadilan

Dalam perjalanan pengabdiannya, almarhum dikenal amanah, bersahaja, dan dekat dengan pimpinan serta rekan kerja, khususnya saat mengemban tugas sebagai ajudan Ketua DPRD Sumenep.

KH Imam Hasyim juga menegaskan bahwa doa bersama tersebut merupakan wujud kepedulian dan ikatan kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat.

“Kita mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan. Ini bagian dari nilai kebersamaan yang terus kita jaga di Sumenep,” tuturnya.

Sementara itu, perwakilan keluarga almarhum, Afdal, AMa.Pd., menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran dan doa dari para tokoh daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Wakil Bupati Sumenep dan KH Abuya Busyro Karim yang telah berkenan hadir dan mendoakan almarhum, kakak ipar saya Rusdiyono. Kehadiran dan doa ini menjadi penguat bagi keluarga kami,” ujar Afdal.

 

Lebih lanjut, Afdal juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak atas segala keterbatasan selama rangkaian tahlil berlangsung.

“Atas nama keluarga, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila sejak tahlil hari pertama hingga hari ketujuh terdapat kekurangan dalam penyambutan maupun pelaksanaan acara,” tandasnya.

Malam ketujuh tahlil tersebut menjadi potret kuatnya tradisi religius dan solidaritas sosial masyarakat Sumenep doa, dzikir, dan kebersamaan menyatu sebagai penghormatan terakhir bagi almarhum sekaligus penegasan nilai kemanusiaan yang terus hidup di Bumi Sumekar. (REDJAVA/$$$)

Baca Juga :  Bapenda Sumenep Hadir di Madura Night Vaganza 2025, Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Daerah

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Polisi Sita 10 Botol Arak Bali di Sapeken, Peredaran Miras Dibongkar dari Informasi Warga
Diskop UKM dan Perindag Sumenep Gelar Bimtek SAK-EP, Perkuat Tata Kelola 50 Koperasi
Dialog Interaktif di RRI Sumenep Bongkar Program Pembebasan Pajak 2026, Satlantas Ajak Warga Manfaatkan Kebijakan
MagangHub Batch I 2026 Resmi Dibuka, Rutan Sumenep Bekali Peserta Disiplin dan Etika Kerja
Pesta Rakyat Bangselok Meledak! 45 Stan UMKM Ludes, 38 Peserta Ramaikan Lomba Karaoke
Latpraops Tumpas Narkoba Semeru 2026, Polresta Sumenep Siapkan Strategi Buru Bandar Narkoba
Anggaran Sumenep 2026 Berubah, Bupati Minta Kebijakan Fiskal Lebih Responsif dan Tepat Sasaran
Siswa MTsN 2 Sumenep Ukir Prestasi Gemilang, Akhmad Syarif Nashrullah Juara 1 Tenis Meja Jatim 2026

BERITA TERKAIT

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:59 WIB

Polisi Sita 10 Botol Arak Bali di Sapeken, Peredaran Miras Dibongkar dari Informasi Warga

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Diskop UKM dan Perindag Sumenep Gelar Bimtek SAK-EP, Perkuat Tata Kelola 50 Koperasi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:31 WIB

Dialog Interaktif di RRI Sumenep Bongkar Program Pembebasan Pajak 2026, Satlantas Ajak Warga Manfaatkan Kebijakan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:53 WIB

MagangHub Batch I 2026 Resmi Dibuka, Rutan Sumenep Bekali Peserta Disiplin dan Etika Kerja

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:55 WIB

Pesta Rakyat Bangselok Meledak! 45 Stan UMKM Ludes, 38 Peserta Ramaikan Lomba Karaoke

BERITA TERBARU