KONFERCAB NU SUMENEP DIGELAR DI ANNUQAYAH, WAKIL RAIS PWNU JATIM UNGKAP ALARM KERAS ANCAMAN KERUSAKAN ORGANISASI

- Redaksi

Minggu, 7 Desember 2025 - 17:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Rais PWNU Jawa Timur KH. Abdul Matin Djawahir Saat Memberikan Sambutan di Konfercab PCNU Sumenep di Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk, Minggu (07/12/2025)

Wakil Rais PWNU Jawa Timur KH. Abdul Matin Djawahir Saat Memberikan Sambutan di Konfercab PCNU Sumenep di Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk, Minggu (07/12/2025)

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumenep menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) di Pondok Pesantren Annuqayah Latee, Guluk-Guluk, Ahad (7/12/2025).

Forum strategis ini bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi ruang refleksi serius atas tantangan internal organisasi keumatan terbesar di Indonesia.

Dalam forum tersebut, Wakil Rais Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Abdul Matin Djawahir, menyampaikan peringatan keras mengenai potensi kerusakan organisasi jika NU abai terhadap nilai-nilai dasarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengurai tiga indikator utama yang menurutnya dapat menjadi sumber kemunduran organisasi.

“Kalau NU sampai rusak, penyebabnya bukan karena kekuatan eksternal, tapi karena kita sendiri,” kata Kiai Matin di hadapan peserta Konfercab.

Indikator pertama, menurutnya, adalah ketimpangan antara ilmu dan pengamalan atau Yurzakul ‘Ilmi wa Yuhramul ‘Amal. Ia menyoroti banyaknya pengurus yang memahami teori dan aturan organisasi, namun tidak menerapkannya secara konsisten.

“Kita sering bicara sistem, pedoman, dan Perkum NU, tetapi tidak membaca apalagi menjalankannya. Padahal NU sudah sangat lengkap dalam mengatur organisasinya,” tegas pengasuh Pondok Pesantren Sunan Bejagung, Tuban tersebut.

Indikator kedua ialah hilangnya keikhlasan dalam mengemban amanah, atau Yurzakul ‘Amal wa Yuhramul Ikhlas. Dalam konteks ini, Kiai Matin menyinggung praktik-praktik organisasi yang dijalankan atas dasar kepentingan pribadi, bukan khidmah.

“Organisasi bisa berjalan, tapi ruhnya mati ketika keikhlasan digantikan ambisi,” imbuhnya. 

Adapun indikator ketiga adalah lunturnya rasa hormat kepada pimpinan, yang ia sebut dengan istilah Wa Yurzakuma Mahabbatus Sholihah. Menurutnya, NU akan mengalami keretakan serius jika adab terhadap kiai dan struktur kepemimpinan tidak lagi dijaga.

“Perbedaan kebijakan boleh, kritik sah, tapi adab dan penghormatan kepada pemimpin NU tidak boleh hilang,” ujarnya menegaskan.

Dalam konteks dinamika nasional NU, Kiai Matin juga mengingatkan pentingnya disiplin struktural. Ia meminta agar persoalan yang menjadi kewenangan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tidak ditarik ke ranah cabang maupun wilayah.

“Biarkan PBNU menyelesaikan urusannya. Tugas kita di bawah adalah menjalankan organisasi dengan tenang dan tetap fokus melayani umat,” tandasnya. 

Konfercab PCNU Sumenep ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi NU di tingkat daerah, khususnya di tengah tantangan perubahan sosial, politik, dan ekonomi yang kian kompleks.

Baca Juga :  Rutan Sumenep Gelar Orientasi Peserta Maganghub Batch III, Siap Cetak Generasi Profesional Pemasyarakatan

Hadir mendampingi Kiai Matin dalam agenda tersebut Katib PWNU Jawa Timur KH Ahsanul Haq serta Sekretaris PWNU Jawa Timur M Faqih. Sejumlah kiai sepuh, pengurus MWCNU, badan otonom, dan tokoh pesantren se-Sumenep turut hadir dalam forum tersebut.

Baca Juga :  LAZISMU Sumenep Gelar Back To Masjid, Sambut Bulan Ramadhan 1445 H

Konfercab ini diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan NU Sumenep yang solid, berintegritas, serta tetap berpijak pada khidmah dan nilai keikhlasan sebagai fondasi utama gerakan keumatan. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga
HUT ke-81 RI, PDI Perjuangan Sumenep Tekankan Semangat Gotong Royong dan Kerja Nyata
HUT ke-81 RI di Sumenep, Bupati Fauzi Bicara Kemerdekaan yang Harus Terasa

BERITA TERKAIT

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:21 WIB

154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:54 WIB

75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan

BERITA TERBARU