Ketua KPI Sumenep Soroti Kasus Rudapaksa di Giligenteng, Rumah Seharusnya Jadi Ruang Aman

Selasa, 18 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua KPI Cabang Sumenep Nunung Fitriana

Ketua KPI Cabang Sumenep Nunung Fitriana

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kasus rudapaksa kembali mengguncang Kabupaten Sumenep. Kali ini, seorang ayah tega memperkosa anak kandungnya sendiri di Kecamatan Giligenteng, kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur.

Peristiwa ini tidak hanya mencoreng nilai-nilai kemanusiaan, tetapi juga menjadi alarm bagi semua pihak tentang masih maraknya kekerasan seksual di lingkungan keluarga.

Ketua Komisi Perlindungan Indonesia (KPI) Cabang Sumenep, Nunung Fitriana, menyatakan keprihatinannya terhadap kejadian tersebut.

Menurutnya, rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak-anak justru berubah menjadi ruang penuh ancaman.

“Kami merasa sangat prihatin. Hal seperti ini terus terjadi di Sumenep. Rumah yang seharusnya menjadi ruang aman bagi penghuninya justru menjadi ancaman. Ini menunjukkan bahwa perlindungan anak di lingkungan keluarga masih sangat lemah,” kata Nunung, Selasa.(18/02/2025).

Meski demikian, ia mengapresiasi keberanian pihak keluarganya yang berani melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.

“Langkah ini harus didukung oleh semua pihak, terutama aparat penegak hukum, agar pelaku segera ditangkap dan diproses hukum dengan cepat,” tegasnya.

Nunung menegaskan bahwa pelaku harus dijerat dengan pasal-pasal yang berat, yakni melalui dua undang-undang sekaligus, yaitu Undang-Undang Perlindungan Anak dan Undang-Undang tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

“Kita tidak boleh memberi celah bagi pelaku kekerasan seksual, terutama yang dilakukan terhadap anak. Hukuman berat harus diberikan agar ada efek jera dan mencegah kasus serupa terulang,” ungkapnya.

Selain aspek hukum, ia juga menyoroti pentingnya pendampingan psikologis bagi korban dan ibunya.

Baca Juga :  Semangat Hardiknas 2026, Bunda PAUD Sumenep Ajak Wujudkan Generasi Cerdas dan Berakhlak Mulia

Menurutnya, Dinas Sosial harus segera turun tangan untuk memberikan rehabilitasi psikologis dan psikososial agar mereka bisa pulih dari trauma.

“Kondisi mental korban dan ibunya sangat rentan. Mereka butuh pendampingan khusus agar bisa bangkit dan menjalani hidupnya kembali tanpa rasa takut,” ujarnya.

Kasus ini menambah daftar panjang kejahatan seksual terhadap anak di Sumenep. KPI Sumenep mencatat bahwa dalam beberapa tahun terakhir, jumlah kasus kekerasan seksual dalam lingkungan keluarga mengalami peningkatan.

“Kami melihat ada tren meningkat dalam kasus seperti ini, dan ini sangat mengkhawatirkan. Sebagian besar kasus terjadi karena pelaku adalah orang dekat korban, seperti ayah, paman, atau saudara sendiri,” ujar Nunung.

Ia menekankan bahwa edukasi tentang perlindungan anak harus lebih diperkuat, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

“Tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga perlu ada edukasi kepada orang tua tentang pentingnya menjaga anak-anak dari ancaman kekerasan seksual,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan berupaya menangkap pelaku yang saat ini dikabarkan melarikan diri.

“Kami berharap pihak kepolisian dapat segera menangkap pelaku dan memastikan dia mendapatkan hukuman yang setimpal,” pungkasnya.

Kasus ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa kekerasan seksual terhadap anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat hukum, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga :  Ketua SMSI Sumenep Ajak Masyarakat Bersatu Pascapilkada: "Saatnya Bangun Sumenep Bersama"

Membangun lingkungan yang aman bagi anak adalah kewajiban bersama, dan setiap bentuk kekerasan harus dilawan tanpa kompromi. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Puluhan Prajurit Yonif 931/JKT Bersama DLH Sumenep Bersihkan Jalan Pahlawan, Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan
Nelayan Asal Masalembu Hilang Kontak di Laut Jawa, Pencarian Masih Berlangsung
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Dunia Usaha Sumenep
Jamin Keselamatan Pelayaran, KSOP Kalianget Gelar Ramp Check Kapal Penumpang
BMKG Ungkap Penyebab Siang Terik dan Malam Dingin di Madura
Humanis dan Sigap, Polwan Polres Sumenep Kawal Kelancaran Sholat Jumat di Sejumlah Masjid
KBS Sumenep Salurkan 55 Nasi Bungturat, Tebar Kepedulian dan Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan
Buka Akses Pendidikan di Balik Jeruji, Rutan Sumenep Gelar Program Kesetaraan bagi Warga Binaan

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:42 WIB

Puluhan Prajurit Yonif 931/JKT Bersama DLH Sumenep Bersihkan Jalan Pahlawan, Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:13 WIB

Nelayan Asal Masalembu Hilang Kontak di Laut Jawa, Pencarian Masih Berlangsung

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:44 WIB

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Dunia Usaha Sumenep

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:40 WIB

Jamin Keselamatan Pelayaran, KSOP Kalianget Gelar Ramp Check Kapal Penumpang

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:35 WIB

BMKG Ungkap Penyebab Siang Terik dan Malam Dingin di Madura

Berita Terbaru

Kepala BMKG Stasiun Trunojoyo Sumenep Ari Widjajanto

Bangkalan

BMKG Ungkap Penyebab Siang Terik dan Malam Dingin di Madura

Jumat, 5 Jun 2026 - 17:35 WIB