Ketua KPI Sumenep Soroti Kasus Rudapaksa di Giligenteng, Rumah Seharusnya Jadi Ruang Aman

- Redaksi

Selasa, 18 Februari 2025 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua KPI Cabang Sumenep Nunung Fitriana

Ketua KPI Cabang Sumenep Nunung Fitriana

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kasus rudapaksa kembali mengguncang Kabupaten Sumenep. Kali ini, seorang ayah tega memperkosa anak kandungnya sendiri di Kecamatan Giligenteng, kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur.

Peristiwa ini tidak hanya mencoreng nilai-nilai kemanusiaan, tetapi juga menjadi alarm bagi semua pihak tentang masih maraknya kekerasan seksual di lingkungan keluarga.

Ketua Komisi Perlindungan Indonesia (KPI) Cabang Sumenep, Nunung Fitriana, menyatakan keprihatinannya terhadap kejadian tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak-anak justru berubah menjadi ruang penuh ancaman.

“Kami merasa sangat prihatin. Hal seperti ini terus terjadi di Sumenep. Rumah yang seharusnya menjadi ruang aman bagi penghuninya justru menjadi ancaman. Ini menunjukkan bahwa perlindungan anak di lingkungan keluarga masih sangat lemah,” kata Nunung, Selasa.(18/02/2025).

Meski demikian, ia mengapresiasi keberanian pihak keluarganya yang berani melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.

“Langkah ini harus didukung oleh semua pihak, terutama aparat penegak hukum, agar pelaku segera ditangkap dan diproses hukum dengan cepat,” tegasnya.

Nunung menegaskan bahwa pelaku harus dijerat dengan pasal-pasal yang berat, yakni melalui dua undang-undang sekaligus, yaitu Undang-Undang Perlindungan Anak dan Undang-Undang tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

“Kita tidak boleh memberi celah bagi pelaku kekerasan seksual, terutama yang dilakukan terhadap anak. Hukuman berat harus diberikan agar ada efek jera dan mencegah kasus serupa terulang,” ungkapnya.

Selain aspek hukum, ia juga menyoroti pentingnya pendampingan psikologis bagi korban dan ibunya.

Baca Juga :  Kemayoran Tersendat, Sulaisi: Kepemimpinan dan Tata Kelola Perlu Dibenahi

Menurutnya, Dinas Sosial harus segera turun tangan untuk memberikan rehabilitasi psikologis dan psikososial agar mereka bisa pulih dari trauma.

“Kondisi mental korban dan ibunya sangat rentan. Mereka butuh pendampingan khusus agar bisa bangkit dan menjalani hidupnya kembali tanpa rasa takut,” ujarnya.

Kasus ini menambah daftar panjang kejahatan seksual terhadap anak di Sumenep. KPI Sumenep mencatat bahwa dalam beberapa tahun terakhir, jumlah kasus kekerasan seksual dalam lingkungan keluarga mengalami peningkatan.

“Kami melihat ada tren meningkat dalam kasus seperti ini, dan ini sangat mengkhawatirkan. Sebagian besar kasus terjadi karena pelaku adalah orang dekat korban, seperti ayah, paman, atau saudara sendiri,” ujar Nunung.

Ia menekankan bahwa edukasi tentang perlindungan anak harus lebih diperkuat, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

“Tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga perlu ada edukasi kepada orang tua tentang pentingnya menjaga anak-anak dari ancaman kekerasan seksual,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan berupaya menangkap pelaku yang saat ini dikabarkan melarikan diri.

“Kami berharap pihak kepolisian dapat segera menangkap pelaku dan memastikan dia mendapatkan hukuman yang setimpal,” pungkasnya.

Kasus ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa kekerasan seksual terhadap anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat hukum, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga :  13 Kabupaten pada 7 Provinsi Seluruh Indonesia, Sumenep Terpilih sebagai Pilot Projet HDDAP Kementan RI 2025 - 2027

Membangun lingkungan yang aman bagi anak adalah kewajiban bersama, dan setiap bentuk kekerasan harus dilawan tanpa kompromi. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU