JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Komitmen membangun sumber daya manusia unggul tidak hanya dilakukan di lingkungan masyarakat umum, tetapi juga menyentuh warga binaan pemasyarakatan. Hal itulah yang ditunjukkan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Sumenep dengan menggelar Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C bagi warga binaan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep.
Program tersebut menjadi langkah nyata Rutan Sumenep dalam memenuhi hak pendidikan warga binaan sekaligus mempersiapkan mereka menjadi pribadi yang lebih siap, produktif, dan berdaya saing saat kembali ke tengah masyarakat.

Kegiatan pendidikan kesetaraan ini diikuti sejumlah warga binaan yang sebelumnya belum menyelesaikan jenjang pendidikan formal. Melalui program tersebut, peserta memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan setara Sekolah Dasar (Paket A), Sekolah Menengah Pertama (Paket B), hingga Sekolah Menengah Atas (Paket C).
Kepala Rutan (Karutan) Kelas IIB Sumenep, Aditya Wahyu Rahmadani, menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu instrumen penting dalam proses pembinaan warga binaan.
“Kami meyakini bahwa pendidikan adalah kunci perubahan. Melalui program kesetaraan ini, warga binaan tidak hanya mendapatkan kesempatan menyelesaikan pendidikan yang sempat terhenti, tetapi juga memperoleh bekal pengetahuan dan kepercayaan diri untuk menata masa depan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaan,” kata Aditya Wahyu Rahmadani, Jum’at (05/06/2026).
Menurutnya, pemasyarakatan modern tidak hanya berorientasi pada pembinaan keamanan, tetapi juga fokus pada pembangunan kualitas manusia melalui berbagai program edukatif yang berkelanjutan.
“Rutan bukan sekadar tempat menjalani pidana, melainkan ruang pembelajaran dan pembinaan. Kami ingin memastikan setiap warga binaan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, memperbaiki diri, dan menjadi individu yang lebih produktif ketika kembali ke lingkungan sosialnya,” tegasnya.
Sinergi antara Rutan Kelas IIB Sumenep dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep tersebut diharapkan mampu memperluas akses pendidikan bagi warga binaan sekaligus mendukung program peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Sumenep.

Selain memberikan ijazah yang diakui negara, program pendidikan kesetaraan juga menjadi sarana membangun karakter, kedisiplinan, serta motivasi belajar warga binaan.
“Dengan bekal pendidikan yang lebih baik, mereka diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh pekerjaan, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, dan berkontribusi positif bagi masyarakat,” pungkas Karutan Aditya Wahyu Rahmadani. (REDJAVA****)













