Sensus Ekonomi 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Dunia Usaha Sumenep

Jumat, 5 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BPS Sumenep Handoyo Wijoyo

Kepala BPS Sumenep Handoyo Wijoyo

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep mengajak seluruh pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026, agenda nasional yang digelar setiap sepuluh tahun sekali guna memotret kondisi dan perkembangan dunia usaha secara menyeluruh di Indonesia.

Pelaksanaan SE2026 yang akan berlangsung pada Mei hingga Agustus 2026 ini diharapkan menjadi pijakan penting dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran, khususnya dalam mendorong pertumbuhan dan daya saing usaha di Kabupaten Sumenep.

Kepala BPS Kabupaten Sumenep, Handoyo Wijoyo, menegaskan bahwa sensus ekonomi bukan sekadar kegiatan pendataan, melainkan instrumen strategis untuk melihat kekuatan riil sektor usaha yang menjadi penggerak ekonomi daerah.

“Sensus Ekonomi 2026 merupakan momentum penting untuk memotret secara utuh potensi dan dinamika dunia usaha di Kabupaten Sumenep. Data yang akurat akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih efektif dan tepat sasaran,” kata Kepala BPS Handoyo Wijoyo dalam keterangan tertulis, Jum’at (05/06/2026).

Menurut Handoyo, SE2026 akan menjangkau seluruh aktivitas usaha nonpertanian yang mencakup berbagai sektor, mulai perdagangan, industri pengolahan, konstruksi, transportasi, jasa keuangan, informasi dan komunikasi, hingga penyediaan akomodasi dan makan minum.

Baca Juga :  Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata Semeru 2023-2024, Dandim Tegaskan Siap Dukung Polri

Pendataan dilakukan secara menyeluruh terhadap usaha yang telah lama beroperasi maupun usaha baru yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

“Kami ingin memastikan tidak ada potensi usaha yang terlewat. Semakin lengkap data yang dihimpun, semakin besar manfaat yang dapat dirasakan oleh pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat luas,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan SE2026, BPS juga memastikan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) termasuk dalam cakupan pendataan.

Baca Juga :  Puncak Harkopnas ke-77, Bupati Fauzi Dinobatkan sebagai Pembina Koperasi Andalan 2024

SPPG masuk dalam kategori usaha jasa penyediaan makanan dan minuman sesuai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), mengingat perannya sebagai pengelola dan pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sementara KDMP akan diklasifikasikan sesuai jenis usaha yang dijalankan, baik pada sektor jasa keuangan, perdagangan, maupun kategori usaha lainnya.

“KDMP memiliki karakteristik usaha yang beragam. Karena itu pengelompokan dilakukan berdasarkan aktivitas ekonomi yang dijalankan agar data yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi usaha yang sebenarnya,” jelas Handoyo.

Melalui SE2026, BPS akan mengumpulkan berbagai informasi penting terkait karakteristik usaha. Data yang dihimpun meliputi identitas perusahaan, jenis usaha, status badan usaha, jumlah tenaga kerja, penggunaan internet, pendapatan, pengeluaran, hingga aset perusahaan.

Informasi tersebut nantinya menjadi dasar bagi pemerintah dalam merancang program pemberdayaan ekonomi, memperkuat ekosistem usaha, dan memperluas peluang investasi di daerah.

Baca Juga :  Tingkatkan Kerukunan Antar Umat Beragama, FKUB Sumenep Study Komparatif ke FKRI Surabaya

Tak hanya itu, sensus juga akan memetakan keterlibatan pelaku usaha dalam program MBG serta kemitraan dengan KDMP sebagai bagian dari evaluasi dan pengembangan kedua program tersebut.

“Hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi kompas pembangunan ekonomi daerah. Dari data ini kita bisa melihat rantai pasok, kebutuhan bahan baku, peluang kemitraan, hingga potensi usaha lokal yang dapat dikembangkan agar ekonomi Sumenep semakin kuat dan mandiri,” pungkasnya.

BPS Kabupaten Sumenep optimistis dukungan seluruh pelaku usaha akan menghasilkan data berkualitas yang mampu menjadi fondasi bagi percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan semangat ‘Mencatat Ekonomi Indonesia’, SE2026 diharapkan menjadi tonggak penting dalam menghadirkan pembangunan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berbasis data yang akurat. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Puluhan Prajurit Yonif 931/JKT Bersama DLH Sumenep Bersihkan Jalan Pahlawan, Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan
Nelayan Asal Masalembu Hilang Kontak di Laut Jawa, Pencarian Masih Berlangsung
Jamin Keselamatan Pelayaran, KSOP Kalianget Gelar Ramp Check Kapal Penumpang
BMKG Ungkap Penyebab Siang Terik dan Malam Dingin di Madura
Humanis dan Sigap, Polwan Polres Sumenep Kawal Kelancaran Sholat Jumat di Sejumlah Masjid
KBS Sumenep Salurkan 55 Nasi Bungturat, Tebar Kepedulian dan Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan
Buka Akses Pendidikan di Balik Jeruji, Rutan Sumenep Gelar Program Kesetaraan bagi Warga Binaan
Ini Daftar Wilayah dan Pulau yang Masuk Area Pelayanan ULP PLN Sumenep yang Perlu Diketahui

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:42 WIB

Puluhan Prajurit Yonif 931/JKT Bersama DLH Sumenep Bersihkan Jalan Pahlawan, Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:13 WIB

Nelayan Asal Masalembu Hilang Kontak di Laut Jawa, Pencarian Masih Berlangsung

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:44 WIB

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Dunia Usaha Sumenep

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:40 WIB

Jamin Keselamatan Pelayaran, KSOP Kalianget Gelar Ramp Check Kapal Penumpang

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:35 WIB

BMKG Ungkap Penyebab Siang Terik dan Malam Dingin di Madura

Berita Terbaru

Kepala BMKG Stasiun Trunojoyo Sumenep Ari Widjajanto

Bangkalan

BMKG Ungkap Penyebab Siang Terik dan Malam Dingin di Madura

Jumat, 5 Jun 2026 - 17:35 WIB