BMKG Ungkap Penyebab Siang Terik dan Malam Dingin di Madura

- Redaksi

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BMKG Stasiun Trunojoyo Sumenep Ari Widjajanto

Kepala BMKG Stasiun Trunojoyo Sumenep Ari Widjajanto

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Trunojoyo Sumenep memastikan wilayah Madura masih berada dalam fase musim kemarau. Dominasi angin timur hingga tenggara yang bertiup secara konsisten menjadi faktor utama yang memengaruhi kondisi cuaca di kawasan tersebut.

Dalam beberapa hari terakhir, cuaca di sebagian besar wilayah Madura terlihat cerah pada siang hari dengan tutupan awan yang relatif minim. Sementara itu, suhu udara pada malam hingga dini hari terasa lebih dingin dibandingkan biasanya.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto, mengatakan karakteristik cuaca tersebut merupakan ciri khas musim kemarau yang saat ini masih berlangsung di wilayah Madura.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hingga beberapa hari ke depan, pola cuaca di Madura masih didominasi angin timur hingga tenggara yang bertiup cukup stabil. Kondisi ini menyebabkan cuaca cenderung cerah pada siang hari, sedangkan pada malam hingga dini hari suhu udara terasa lebih dingin,” kata Ari Widjajanto, Jumat (5/6/2026).

Menurut Ari, terdapat interaksi sistem tekanan udara di sekitar Pulau Jawa yang sempat menyebabkan perlambatan kecepatan angin. Namun, fenomena tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap perubahan cuaca di Madura.

“Kami memang mengamati adanya interaksi antara daerah bertekanan rendah dan tekanan tinggi di sekitar wilayah Jawa bagian barat. Akan tetapi, pengaruhnya terhadap kondisi cuaca di Madura masih sangat kecil sehingga karakter musim kemarau tetap mendominasi,” ujarnya.

BMKG juga mencatat suhu muka laut di kawasan Indonesia bagian timur hingga perairan utara Jawa masih berada pada kondisi hangat. Situasi ini dinilai dapat mendukung pembentukan awan konvektif apabila terjadi gangguan atmosfer tertentu.

Baca Juga :  Tutup Pekan Seni Madura VII STKIP PGRI Sumenep, Wabup Hj Dewi Khalifah Harapkan Berlangsung Berkesinambungan

Meski demikian, peluang terjadinya hujan dalam waktu dekat masih tergolong rendah. Faktor angin yang relatif stabil membuat pertumbuhan awan hujan belum berkembang secara optimal.

“Suhu muka laut yang hangat sebenarnya menyediakan energi yang cukup untuk pembentukan awan konvektif. Namun selama tidak ada gangguan atmosfer yang kuat atau perlambatan angin yang signifikan, potensi hujan masih relatif kecil,” ungkap Ari.

Lebih lanjut, BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak hanya memperhatikan potensi hujan, tetapi juga mewaspadai dampak lain dari musim kemarau, khususnya di sektor kelautan.

Baca Juga :  Dalam Duka, Ada Pelukan Hangat: Aksi Kemanusiaan Nia Kurnia Fauzi di Tengah Luka Warga Kalianget

Angin timur hingga tenggara yang bertiup cukup kencang secara terus-menerus berpotensi meningkatkan tinggi gelombang di sejumlah perairan sekitar Madura. Kondisi tersebut dapat memengaruhi aktivitas nelayan maupun transportasi laut.

“Kami mengimbau nelayan dan pengguna jasa transportasi laut untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca serta peringatan dini yang dikeluarkan BMKG. Meskipun cuaca secara umum cerah, peningkatan tinggi gelombang tetap perlu diwaspadai demi keselamatan pelayaran,” pungkas.

BMKG meminta masyarakat tetap mengikuti informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi berbagai kemungkinan perubahan kondisi atmosfer selama musim kemarau berlangsung. Dengan pemantauan yang baik, masyarakat diharapkan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan nyaman. (REDJAVA****)

Baca Juga :  Di Acara Talk Show Baca Indonesia dan Madura Writers dan Reader, Nia Kurnia Fauzi Dikukuhkan Sebagai Bunda Literasi Kabupaten

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU