JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah keterbatasan dan jauhnya akses ke pusat kota, secercah cahaya prestasi muncul dari SDN Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan. Sulaiman, siswa kelas 5, terpilih mewakili kecamatannya dalam ajang Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Sumenep.
Tak seperti siswa berprestasi pada umumnya yang dikenal lewat nilai akademik tinggi, Sulaiman justru mencuri perhatian berkat kepiawaiannya dalam seni tarik suara dan tembang Macapat Madura.
Bakat istimewanya ini muncul dan berkembang berkat pengamatan jeli para guru serta dukungan penuh dari lingkungan sekolah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Meskipun nilai akademiknya biasa-biasa saja, Sulaiman punya talenta luar biasa di bidang seni. Macapat Madura menjadi jati dirinya,” tutur Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3 kepada media ini, Jum’at (13/06/2025).
Di bawah bimbingan para guru, kemampuan Sulaiman terus diasah. Ia pun menjelma menjadi ikon sekolah sekaligus bukti nyata bahwa pendidikan tak melulu soal angka-angka di rapor, melainkan juga soal ruang tumbuh bagi bakat dan minat yang unik.
Keikutsertaan Sulaiman di FLS3N bukan hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga dan sekolahnya, tetapi juga menjadi inspirasi bagi para pendidik untuk lebih jeli dan peduli terhadap potensi anak-anak didiknya.
“Kisah Sulaiman ini semoga menjadi pemantik semangat bagi anak-anak lain di pelosok negeri untuk berani bermimpi dan berkarya,” pungkas Agus Sugianto.
Dengan semangat dan keunikan yang dimilikinya, Sulaiman telah membuktikan bahwa panggung prestasi terbuka lebar bagi siapa pun yang tekun dan diberi ruang untuk berkembang bahkan dari sudut-sudut terpencil di ujung timur Madura. (REDJAVA****)










