Ketika Ibu Kabupaten Bicara: Jangan Rampas Masa Depan Anak-Anak Sumenep

- Redaksi

Selasa, 29 April 2025 - 23:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua TP PKK Sekaligus Istri Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo Nia Kurnia Fauzi di Acara Halal Bihalal Para Kader PKK Se-Kabupaten Sumenep di Gedung Korpri, Selasa (29/04/2025)

Ketua TP PKK Sekaligus Istri Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo Nia Kurnia Fauzi di Acara Halal Bihalal Para Kader PKK Se-Kabupaten Sumenep di Gedung Korpri, Selasa (29/04/2025)

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Di tengah gempuran zaman dan derasnya arus digital, Kabupaten Sumenep menyimpan luka sosial yang masih menganga: perkawinan anak.

Namun, dari balik kesunyian data dan statistik, terdengar seruan tulus dari seorang ibu bukan sembarang ibu tapi Ibu Kabupaten Sumenep itu sendiri.

Nia Kurnia Fauzi, Ketua Tim Penggerak PKK Sumenep, berdiri tegar di hadapan para kader PKK se-kabupaten.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bukan sekadar menyampaikan pidato seremonial, tetapi membacakan isi hatinya sebagai perempuan, ibu, dan penjaga masa depan generasi.

Di Gedung Korpri yang menjadi saksi pertemuan besar itu, Selasa (29/4), ia membuka luka kolektif yang selama ini nyaris dilupakan:

“Anak-anak kita sedang kehilangan masa kecil mereka karena praktik perkawinan dini yang belum sepenuhnya sirna,” kata Nia Kurnia Fauzi.

Nada suaranya bukan ancaman, bukan pula propaganda. Tapi jeritan hati yang menyimpan harapan: agar tidak ada lagi anak perempuan yang dipanggil ‘bu’, saat mereka bahkan belum sempat menyelesaikan bangku SMP.

“Perkawinan anak bukan hanya pelanggaran ha itu perampasan masa depan,” tegasnya.

Istri Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo itu menyebut dampaknya mengerikan: putus sekolah, rentan KDRT, beban ekonomi, dan trauma psikologis jangka panjang.

Baca Juga :  Lapas Arjasa Terima 9 Napi Pindahan dari Rutan Sumenep, Perjalanan Laut 4 Jam Berlangsung Aman

Namun, tak hanya bicara masalah, Mbak Nia sapaan akrabnya mengusung solusi berbasis komunitas: Sadel Cepak, Desa Model Pencegahan dan Penanganan Perkawinan Anak.

Sebuah inovasi lokal yang kini digadang menjadi pelita perubahan dari pelosok desa.

Baca Juga :  Polres Sumenep Tangkap Bandar Sabu Buronan, Sembunyikan Barang Bukti di Tambak Udang!

Data memang mulai berpihak. Dispensasi nikah di Sumenep menurun drastis: dari 2.029 kasus pada 2020, menjadi hanya 212 kasus di 2024.

Namun, bagi Mbak Nia, satu anak yang dikawinkan terlalu dini saja sudah cukup menjadi duka tak terampuni.

“Kita ingin Sumenep menjadi kabupaten nol persen perkawinan anak. Bukan sekadar slogan, tapi warisan nyata untuk generasi penerus,” ucapnya.

Gerakan ini bukan milik PKK semata. Ia mengajak semua pihak: guru di kelas, tokoh agama di mimbar, karang taruna di balai desa, hingga para ibu di posyandu, untuk membangun benteng moral bersama.

“Edukasi kecil di dapur-dapur rumah kita adalah revolusi diam yang akan mengguncang masa depan,” pungkasnya.

Seruan Mbak Nia hari itu bukan sekadar agenda organisasi. Ia telah menjadikan isu ini sebagai napas perjuangan.

Baca Juga :  Bersama Menebar Berkah: Kepala BPRS Gayam dan Anak-Anak Yatim dalam Pelukan Doa

Dan di balik semua angka dan grafik, ada wajah-wajah anak perempuan Sumenep yang kini menatap masa depan dengan lebih berani. Karena mereka tahu, ada seorang ibu yang berdiri untuk mereka. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU