JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kota Sumenep resmi memiliki kepemimpinan baru.
KH Ahmad Fadlan Masykuri ditetapkan sebagai Rais, sementara M Hantok Sudarto dipercaya sebagai Ketua MWCNU Kota Sumenep periode 2026–2031.
Penetapan dilakukan melalui Konferensi Cabang (Konfercab) yang digelar di Aula Lantai 2 Kantor MWCNU, Ahad (18/1/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rais dipilih melalui Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), forum yang melibatkan para kiai dan tokoh NU sebagai pemegang otoritas keagamaan.
Sedangkan Ketua MWCNU dipilih oleh peserta konferensi melalui musyawarah mufakat tanpa mekanisme voting, hingga akhirnya menugaskan M Hantok Sudarto secara bulat.
KH Ahmad Fadlan Masykuri, pengasuh Pondok Pesantren Darur Rahman Sumenep, menegaskan kepemimpinan di NU adalah pengabdian murni.
“Mengurus NU bukan untuk mencari keuntungan. Semua dilakukan dengan niat ikhlas, bersungguh-sungguh, dan istiqamah. Inilah kunci agar khidmah kita memberi manfaat bagi umat,” kata KH Fadlan.
Dirinya menambahkan, setiap bentuk pengabdian yang dilakukan dengan tulus akan selalu kembali pada yang bersangkutan.
“Man khodama khudima. Barang siapa berkhidmah, maka akan dikhidmahi. Barang siapa melayani, maka akan dilayani. Ini prinsip yang harus dipegang setiap kader NU,” ujar KH Fadlan.
Sementara itu, Ketua MWCNU Kota Sumenep terpilih, M Hantok Sudarto, menegaskan pihaknya akan fokus memperkuat peran NU dalam pelayanan umat dan pengembangan program organisasi.
“Kami akan memastikan program NU di Kota Sumenep berjalan berkesinambungan, mulai dari pendidikan pesantren, dakwah, hingga kegiatan sosial keumatan,” jelas H. Antok menambahkan.
Terpilihnya pasangan Rais dan Ketua baru ini dianggap sebagai bukti keberhasilan proses kaderisasi di MWCNU Kota Sumenep.
Kepemimpinan baru diharapkan mampu menguatkan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, sekaligus menjawab tantangan umat di tingkat kecamatan dengan program-program yang adaptif dan berkelanjutan. (REDJAVA/$$$)









