Kenang Keteladanan Ulama Dulu, KH Busyro Karim Ajak Pesantren Jaga Persatuan

- Redaksi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 23:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengasuh Ponpes Alkarimiyah Braji KH Abuya Busyro Karim

Pengasuh Ponpes Alkarimiyah Braji KH Abuya Busyro Karim

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pengasuh Ponpes Al-Karimiyyah Braji, KH. Busyro Karim menegaskan bahwa pesantren memiliki peran besar dalam menjaga persatuan umat sekaligus menjadi pusat lahirnya ulama dan peradaban Islam di Indonesia.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep di Pondok Pesantren Al-Karimiyyah Baraji, Sabtu (16/5/2026).

Dalam sambutannya, KH. Busyro Karim mengaku merindukan suasana pesantren masa lalu yang penuh kebersamaan dan keteladanan para masyayikh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, para sesepuh pesantren dahulu mampu menjaga persatuan meski berada dalam keberagaman pandangan.

“ Saya rindu pesantren seperti dulu, dipimpin para sesepuh yang jiwanya besar, yang mampu bersatu dalam keberagaman,” kata KH. Busyro Karim.

Mantan Bupati Sumenep itu menilai pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan agama, melainkan rumah spiritual yang dipenuhi doa para santri dan kiai setiap waktu.

Baca Juga :  Oknum Kepala Sekolah SMK dan Guru Diduga Selingkuh, Pengamat Hukum : Harus Segera Dipecat

Karena itu, pesantren memiliki nilai keberkahan yang tidak bisa disamakan dengan tempat lain.

“ Pesantren itu luar biasa. Baunya berbeda dengan hotel. Di sana doa para santri dan kiai tidak pernah berhenti, terus naik ke langit tanpa jeda,” ujarnya.

Ia juga menyebut kegiatan besar Nahdlatul Ulama sebaiknya dilaksanakan di lingkungan pesantren.

Menurutnya, pesantren merupakan simbol kebersamaan sekaligus pusat lahirnya tradisi keilmuan Islam Nusantara.

“ Oleh karena itu, acara besar seperti muktamar lebih baik digelar di pesantren,” tegas. KH. Busyro Karim.

Selain itu, dirinya menilai perhatian pemerintah terhadap pesantren masih perlu diperkuat.

Baca Juga :  Babinsa Sepudi Bantu Warga Semprotkan Obat Hama Pada Tanaman Jagung

Mantan Ketua DPC PKB Sumenep bahkan menyebut pesantren sudah layak mendapat perhatian khusus di level kementerian karena kontribusinya terhadap bangsa sangat besar.

“ Pesantren bukan sekadar layak diurus oleh direktur jenderal, tetapi sudah pantas ditangani setingkat menteri,” ungkapnya.

Di hadapan para kiai dan pengurus NU, ia juga menyoroti pentingnya tradisi intelektual di pesantren.

Menurutnya, para santri dibentuk untuk memahami banyak pandangan ulama sehingga melahirkan sikap terbuka dan wawasan luas.

“ Santri belajar banyak pendapat ulama. Dari situ lahir wawasan yang luas dan cara pandang yang kaya,” jelas KH. Busyro Karim.

Namun demikian, Pengasuh PP Al-Karimiyyah Baraji itu mengaku prihatin ketika pesantren mulai dibawa ke arah kepentingan tertentu hingga memicu perpecahan antarpesantren maupun kelompok.

” Keberagaman semestinya menjadi kekuatan besar apabila dijaga dengan semangat persaudaraan dan kebersamaan sebagaimana diwariskan para ulama terdahulu,” pungkasnya.

Suasana forum pun berubah haru ketika suara Kiai Busyro Karim mulai bergetar saat mengenang pesantren masa lalu.

Baca Juga :  Bapenda Sumenep Hadirkan ePBB, Akses Pajak Kini Lebih Mudah dan Cepat

Sejumlah hadirin tampak terdiam ketika air mata beliau jatuh di tengah penyampaian sambutannya.

Pelantikan PCNU Sumenep tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan Islam, penjaga persatuan umat, dan benteng harmoni bangsa di tengah tantangan zaman. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga
HUT ke-81 RI, PDI Perjuangan Sumenep Tekankan Semangat Gotong Royong dan Kerja Nyata

BERITA TERKAIT

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:21 WIB

154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas

BERITA TERBARU