JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Pemerintah Kabupaten Sumenep terus mempercepat optimalisasi pemanfaatan tanah eks percaton sebagai aset produktif yang langsung dirasakan manfaatnya oleh petani.
Hingga akhir November 2025, realisasi sewa lahan telah mencapai 75 persen, menandai komitmen kuat pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus tata kelola aset.
Kepala BKAD melalui Kabid Aset BPKAD Sumenep, Lukmanul Hakim, mengungkapkan bahwa total lahan yang disewakan mencapai sekitar 30 ribu hektare dan sebagian besar tersebar di tiga desa yang menjadi sentra garapan petani.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dari total sekitar tiga puluh ribu hektare tanah eks percaton, pemanfaatan terbesar ada di Desa Gunggung, Desa Patean, dan Desa Batuan. Ketiganya merupakan wilayah dengan aktivitas pertanian paling aktif di Kecamatan Batuan,” kata Lukman sapaan akrabnya, Kamis (11/12/2025).
Guna memastikan kebijakan ini berjalan efektif, pemerintah daerah juga meningkatkan intensitas sosialisasi langsung kepada masyarakat. Salah satu kegiatan sosialisasi digelar beberapa waktu lalu di Desa Babbalan, Kecamatan Batuan, dengan melibatkan perangkat desa, kelompok tani, serta masyarakat setempat.
Menurut Lukman, langkah sosialisasi ini sangat penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat terkait mekanisme sewa, pemanfaatan lahan, serta transparansi pengelolaan aset daerah.
“Kami sudah menggelar sosialisasi di Desa Babbalan untuk memastikan seluruh proses sewa berjalan transparan dan dipahami masyarakat. Capaian 75 persen ini membuktikan bahwa program pemanfaatan tanah eks percaton mendapat respons positif dari para petani,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Sumenep menargetkan seluruh lahan eks percaton dapat segera termanfaatkan demi memperkuat produktivitas pertanian dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. (REDJAVA****)








