JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP –
Langit malam di Taman Bunga Sumenep, Jumat (24/10/2025), menjadi saksi gemerlapnya penghargaan bergengsi bagi Kabupaten Sumenep. Di tengah sorak sorai ratusan penonton dalam acara Launching 110 Event Sumenep 2026, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumenep berhasil mencatatkan prestasi membanggakan: Juara V Anugerah Inovasi Daerah (AID) 2025.
Penghargaan yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumenep itu diberikan kepada perangkat daerah dan lembaga yang dinilai berhasil melahirkan ide dan terobosan dalam tata kelola pemerintahan serta pelayanan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Kepala DPMPTSP Sumenep, Dr. R. Abdul Rahman Riadi, SE., MM., yang hadir langsung menerima penghargaan, tampak sumringah. Ia menyebut capaian ini sebagai hasil kerja kolektif seluruh tim dalam membangun birokrasi yang cepat dan adaptif terhadap perubahan zaman.
“Alhamdulillah, penghargaan ini bukan hanya milik kami, tapi milik seluruh masyarakat Sumenep. Kami bersyukur atas kerja keras, dedikasi, dan semangat tim yang terus berinovasi demi kemudahan layanan publik,” kata Dr. Rahman dengan penuh rasa syukur kepada media ini, Sabtu (25/10/2025)
Menurutnya, kunci keberhasilan DPMPTSP Sumenep terletak pada keberanian untuk berubah.
“Kami tidak ingin terjebak pada pola lama. Dunia perizinan harus bergerak cepat dan transparan, karena masyarakat kini menuntut efisiensi dan kepastian. Itu yang kami wujudkan lewat inovasi,” tegasnya.
Dr. Rahman menuturkan, penghargaan ini sekaligus menjadi bukti nyata dukungan terhadap visi besar Bupati dan Wakil Bupati Sumenep yang menekankan pentingnya pemerintahan yang Mandiri, Unggul, dan Sejahtera.

“Arah pembangunan Sumenep jelas: birokrasi harus melayani, bukan dilayani. Kami berkomitmen menjadi garda terdepan dalam transformasi digital layanan investasi dan perizinan,” ujarnya mantap.
Mantan Kepala BPBD Sumenep itu juga menekankan pentingnya digitalisasi untuk menumbuhkan kepercayaan investor dan meningkatkan daya saing daerah.
“Transformasi digital bukan sekadar tren, tapi kebutuhan. Melalui platform digital, semua layanan perizinan bisa diakses lebih mudah, cepat, dan tanpa celah birokrasi berbelit,” papar Dr. Rahman.
Tak berhenti di situ, pihaknya berjanji akan terus mendorong inovasi baru agar pelayanan publik di Sumenep kian inklusif dan berdampak luas.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap inovasi membawa manfaat langsung bagi masyarakat, bukan sekadar proyek seremonial. Karena bagi kami, inovasi adalah wujud cinta pada pelayanan,” tutupnya penuh optimisme.
Ajang Anugerah Inovasi Daerah 2025 menjadi momentum penting bagi Kabupaten Sumenep untuk meneguhkan komitmen sebagai daerah dengan ekosistem birokrasi yang adaptif dan kreatif. BRIDA Sumenep berharap semangat inovasi ini terus menular ke seluruh perangkat daerah agar pelayanan publik semakin berkualitas dan humanis.
Dengan torehan prestasi ini, DPMPTSP Sumenep tak hanya mengukir penghargaan, tapi juga menegaskan bahwa pelayanan publik di ujung timur Madura kini sedang menapaki babak baru era birokrasi cepat, bersih, dan berorientasi hasil. (REDJAVA****)










