JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Suasana Pendopo Agung Keraton Sumenep pada Minggu (20/7/2025) pagi tampak semarak dengan alunan gamelan yang dimainkan secara harmonis oleh para siswa SDN Paberasan II, Kecamatan Kota Sumenep.
Sebanyak 12 siswa-siswi menampilkan kebolehannya dalam menabuh gamelan di Sanggar Keraton, dalam rangka kegiatan rutin yang digelar oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep.
Program ini merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga dan mengembangkan seni tradisional, sekaligus menjadi sarana pembinaan karakter dan budaya bagi generasi muda di lingkungan pendidikan dasar.
Kepala SDN Paberasan II, Musaleh, S.Pd.SD., menyambut baik kesempatan yang diberikan kepada sekolahnya untuk ikut serta dalam kegiatan budaya tersebut. Ia menilai, kegiatan seperti ini sangat strategis dalam mendekatkan anak-anak pada akar budaya lokal yang kian tergerus oleh modernisasi.
“Kami merasa bangga dan bersyukur karena anak-anak kami mendapat kesempatan tampil di panggung budaya yang sakral dan bersejarah seperti Pendopo Agung Keraton Sumenep. Ini bukan sekadar penampilan biasa, tetapi sebuah pengalaman yang sangat berharga bagi perkembangan karakter dan kecintaan mereka terhadap budaya leluhur,” tutur Musaleh kepada media ini usai kegiatan.
Lebih lanjut, Musaleh menjelaskan bahwa proses pembinaan seni gamelan di sekolahnya dilakukan secara konsisten dengan bimbingan guru seni budaya dan dukungan orang tua. Ia menilai, melibatkan anak-anak dalam praktik seni tradisional secara langsung akan memberikan dampak positif yang jauh lebih besar dibanding sekadar pembelajaran di dalam kelas.

“Anak-anak kami latih dengan pendekatan yang menyenangkan. Mereka diajak mengenal nama-nama alat gamelan, teknik menabuh, hingga memahami makna dari setiap gending yang dibawakan. Hasilnya sangat membanggakan, karena mereka tampil percaya diri dan menyatu dengan alunan gamelan. Semangat dan antusiasme mereka menunjukkan bahwa budaya kita masih sangat relevan dan bisa diterima dengan gembira oleh generasi sekarang,” tambahnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan dari Disbudporapar Sumenep yang secara rutin menyelenggarakan kegiatan budaya di lingkungan keraton, sehingga menjadi ruang ekspresi yang positif dan membangun bagi pelajar.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah. Karena membentuk karakter anak tidak cukup dengan nilai akademik, tetapi juga harus diimbangi dengan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal,” ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, kegiatan pentas seni di Sanggar Keraton Sumenep telah menjadi agenda rutin Disbudporapar sebagai bentuk revitalisasi seni tradisi sekaligus upaya regenerasi pelaku seni dari kalangan pelajar.
“Melalui irama gamelan yang ditabuh dengan penuh semangat oleh para siswa, kita percaya bahwa denyut budaya Sumenep akan terus hidup dan berkembang dari generasi ke generasi,” pungkasnya. (REDJAVA****)












