JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Cabang Sumenep menjalin kemitraan strategis dengan Institut Kariman Wirayudha (INKADHA) Sumenep melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung khidmat di Aula INKADHA, Jumat (18/4/2025).
Agenda ini sekaligus menjadi rangkaian penting dalam gelaran Musyawarah Cabang HIMPSI Sumenep 2025.
MoU ditandatangani langsung oleh Ketua HIMPSI Sumenep, Dr. Zamzami Sabiq, M.Psi., dan Rektor INKADHA, Zainollah, M.Pd. Penandatanganan disaksikan oleh jajaran pengurus HIMPSI Cabang Sumenep serta sivitas akademika Fakultas Psikologi Islam INKADHA.
Kerja sama ini menitikberatkan pada empat pilar utama: Pendidikan, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, serta Peningkatan Sumber Daya Manusia.
HIMPSI dan INKADHA berkomitmen memperkuat keilmuan dan praktik psikologi yang adaptif terhadap dinamika lokal.
Dalam sambutannya, Rektor INKADHA Zainollah, M.Pd., menegaskan pentingnya sinergi ini sebagai langkah percepatan mutu riset psikologi yang kontekstual.
“Kami berharap penelitian-penelitian dari Fakultas Psikologi Islam dapat lebih aplikatif dan memberi kontribusi nyata dalam penyelesaian persoalan sosial dan keagamaan di Sumenep,” ujar Zainollah.
Senada dengan itu, Ketua HIMPSI Sumenep, Dr. Zamzami Sabiq, M.Psi., menyampaikan bahwa kolaborasi lintas lembaga adalah kunci memperluas peran psikologi dalam kehidupan nyata masyarakat.
“Psikologi tidak semata teori, tapi tentang kehadiran dan kebermanfaatan. HIMPSI ingin mendorong psikologi yang membumi, menyentuh persoalan riil masyarakat Sumenep,” tegas Dr. Zamzami yang juga Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aengdake Bluto.
INKADHA menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Sumenep yang memiliki Fakultas Psikologi Islam, menjadikannya strategis dalam pengembangan keilmuan psikologi berbasis nilai-nilai Islam dan kearifan lokal.
Dekan Fakultas Psikologi Islam INKADHA, Kholifatus Sa’diyah, M.Psi., Psikolog, menyambut positif kerja sama ini dan menaruh harapan besar terhadap dampak jangka panjangnya.
“Kami ingin mahasiswa kami tak hanya unggul secara akademik, tapi juga memiliki kepekaan sosial dan profesionalitas tinggi sebagai calon psikolog muslim yang berintegritas,” ungkapnya.
Penandatanganan MoU ini menjadi tonggak penting dalam upaya menjadikan ilmu psikologi sebagai kekuatan strategis membangun masyarakat yang sehat secara mental dan spiritual, serta memperkuat fondasi SDM unggul dari bumi Sumenep. (REDJAVA****)












