JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Peringatan Hari Ibu 2025 di Kabupaten Sumenep tidak sekadar menjadi seremoni rutin. Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sumenep menjadikannya momentum strategis untuk menegaskan peran ibu sebagai aktor utama dalam membangun generasi unggul, berkarakter, dan berdaya saing di tengah tantangan zaman.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Seminar Parenting bertajuk “Menjadi Ibu Tauhid bagi Anak Cerdas Istimewa Bakat Istimewa (CIBI)” yang digelar di Sekretariat PKK Kabupaten Sumenep, Selasa (9/12/2025). Kegiatan ini diikuti perwakilan dari 25 organisasi wanita yang tergabung dalam GOW Sumenep.
Seminar ini menekankan pentingnya pola asuh berbasis nilai tauhid sebagai fondasi utama dalam mendampingi anak-anak dengan potensi kecerdasan dan bakat istimewa, agar berkembang secara seimbang antara prestasi intelektual dan kekuatan karakter.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Ketua GOW Kabupaten Sumenep, Siti Nur Asiyah, mengatakan bahwa setiap anak terlahir dengan potensi luar biasa yang membutuhkan pendampingan orang tua, khususnya ibu, agar tumbuh optimal dan terarah.
“Setiap anak lahir membawa kecerdasan dan bakat istimewa. Namun tidak semua orang tua mampu mengenali dan mengasahnya. Konsep Ibu Tauhid hadir untuk menegaskan peran strategis ibu dalam membentuk generasi yang cerdas, berakhlak, dan memiliki daya saing,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui pendekatan nilai tauhid dan pemahaman karakter anak, ibu dapat menjadi figur sentral dalam menumbuhkan kecerdasan sekaligus kepribadian yang luhur.
“Anak-anak tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga tumbuh sebagai pribadi yang berbudi pekerti dan memiliki arah hidup yang jelas,” lanjutnya.
Seminar menghadirkan Dr. Rusmiyati, M.Pd, akademisi sekaligus pakar pendidikan, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa anak-anak dengan kecerdasan dan bakat istimewa memerlukan pendampingan khusus yang tidak semata mengejar prestasi, tetapi juga pembentukan nilai dan karakter.

“Anak CIBI adalah amanah besar. Kecerdasan yang tinggi harus dibarengi dengan landasan tauhid yang kuat. Tanpa itu, potensi luar biasa bisa tumbuh tanpa arah dan nilai,” tegas Dr. Rusmiyati.
Menurutnya, ibu memiliki posisi strategis sebagai pendidik pertama dan utama dalam keluarga. Kekuatan tauhid seorang ibu akan menentukan arah perkembangan intelektual, emosional, dan spiritual anak sejak usia dini.
“Ibu adalah madrasah pertama. Ketika ibu kuat dalam tauhid, ia tidak hanya melahirkan anak yang cerdas, tetapi juga membentuk pribadi yang berkarakter dan siap menghadapi tantangan zaman,” tambahnya.
Diskusi dalam seminar berlangsung dinamis. Para peserta terlibat aktif membahas cara mengenali karakter anak, menggali potensi bakat istimewa, serta menciptakan lingkungan keluarga yang kondusif bagi tumbuh kembang anak secara holistik.
Melalui kegiatan ini, GOW Kabupaten Sumenep menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pemberdayaan perempuan yang berdampak langsung pada penguatan kualitas keluarga dan sumber daya manusia. Hari Ibu dijadikan titik tolak bahwa pembangunan bangsa sejatinya berawal dari rumah, dengan ibu sebagai pilar utama. (REDJAVA****)









