JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Pragaan menggelar resepsi Hari Lahir (Harlah) ke-92 dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan, Kamis (23/04/2026) malam.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi kader sekaligus meneguhkan komitmen kebangsaan di tengah dinamika global.
Acara yang digelar di PP. Hidayatut Tholibin Pragaan Daya tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, jajaran Forkopimka Pragaan, tokoh agama, serta ratusan kader Ansor dan Banser.
Dengan tema “Resepsi Hari Lahir Gerakan Pemuda Ansor 92 – PAC GP Ansor Pragaan” dan tagline “Bersatu dalam Peran untuk Negeri,” suasana kegiatan tampak sederhana namun penuh makna dan semangat kebersamaan.
Dalam sambutannya, Wabup Sumenep KH. Imam Hasyim, S.H.,M.H., mengatakan bahwa GP Ansor memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan keislaman moderat.
“GP Ansor adalah organisasi pemuda yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama, yang sejak awal didedikasikan untuk menjaga ulama, menjaga umat, dan menjaga bangsa,” kata KH. Imam Hasyim.
Orang nomor dua di lingkungan Pemkab Sumenep itu menegaskan perjalanan panjang GP Ansor sejak berdiri pada 24 April 1934 di Banyuwangi menjadi bukti nyata kiprah pemuda dalam menjaga keutuhan bangsa.
“Ansor telah membuktikan diri sebagai benteng ideologi yang konsisten menjaga Pancasila dan NKRI,” tegasnya.
Menurutnya, tantangan ke depan semakin kompleks, terutama dalam menghadapi dinamika geopolitik global dan arus informasi yang cepat.
“Hari ini Ansor tidak hanya dituntut solid, tetapi juga cerdas dalam membaca situasi global agar tetap menjadi perekat persatuan,” ujar dia yang juga Ketua DPC PKB Sumenep.
Ia juga mengapresiasi keberadaan badan otonom Ansor seperti Banser, Rijalul Ansor, dan Densus 99 yang dinilai aktif berkontribusi di tengah masyarakat.
“Banser dan seluruh elemen Ansor adalah garda terdepan dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menilai program sosial keagamaan yang dijalankan Ansor menjadi bukti nyata kehadiran organisasi di tengah masyarakat.
“Mulai dari bedah rumah, pembacaan burdah, hingga pengajian kitab kuning, semuanya menunjukkan bahwa Ansor adalah bagian dari solusi sosial,” pungkas KH. Imam Hasyim.
Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Sumenep, KH Qumri Rahman, dalam sambutannya menegaskan bahwa GP Ansor ke depan harus melangkah nyata dan tidak sekadar menjadi slogan.
“GP Ansor akan melangkah nyata, tidak hanya sekadar slogan belaka. Kehadiran Ansor harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama mereka yang berada pada taraf kehidupan menengah ke bawah,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa salah satu program konkret yang telah dilaksanakan adalah bedah rumah di beberapa wilayah sebagai bentuk kepedulian sosial organisasi.
“Program bedah rumah sudah terlaksana di beberapa daerah sebagai wujud nyata pengabdian Ansor kepada masyarakat,” jelas KH. Qumri Rahman.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya keikhlasan bagi seluruh kader dalam berkhidmat kepada ulama dan Nahdlatul Ulama.
“Sebagai pengurus Ansor, kita harus ikhlas dalam mengabdi kepada perjuangan ulama dan jam’iyah Nahdlatul Ulama,” tegasnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, sebagai bentuk harapan agar GP Ansor tetap istiqamah dalam perjuangan, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta tetap menjadi garda terdepan dalam mengawal Pancasila dan NKRI. (REDJAVA****)












