JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Riuh tepuk tangan dan semangat kebersamaan menyatu di pesisir utara Kabupaten Sumenep saat Festival Ketupat 2026 digelar di Pantai Lombang, Kecamatan Batang-Batang, Kamis (26/03/2026).
Agenda yang masuk dalam kalender event pariwisata daerah ini bukan sekadar perayaan tradisi, melainkan panggung ekspresi budaya yang sarat makna.
Acara dibuka oleh Plt Asisten III Setdakab Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, SH, mewakili Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, di tengah antusiasme masyarakat dan peserta yang memadati kawasan wisata unggulan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sorotan utama festival tahun ini tertuju pada kompetisi merangkai ketupat dan kreasi menu berbahan dasar ketupat.
Pada kategori merangkai ketupat, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) tampil dominan dengan meraih Juara I, diikuti Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) sebagai Juara II, serta Bappeda di posisi Juara III.
Sementara itu, Kecamatan Rubaru dan Puskesmas Batang-Batang masing-masing menyabet Harapan I dan Harapan II.
Di kategori kreasi menu ketupat, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) keluar sebagai Juara I, disusul Bagian Organisasi Setdakab sebagai Juara II, serta Puskesmas Bluto di posisi Juara III.

Adapun Harapan I diraih Puskesmas Pragaan dan Harapan II oleh Puskesmas Rubaru.
Kepala Disbudporapar Sumenep, Faruk Hanafi, menegaskan bahwa Festival Ketupat merupakan strategi budaya yang berdampak langsung pada sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.
“Festival Ketupat ini bukan hanya menjaga tradisi, tetapi juga menggerakkan ekonomi kreatif dan memperkuat daya tarik wisata daerah,” ujarnya.
Sementara secara terpisah, Kabid Pariwisata Disbudporapar Sumenep, Andrie Zulkarnain, menilai keberhasilan festival tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor dan tingginya partisipasi peserta.
“Antusiasme peserta dari berbagai instansi menunjukkan bahwa semangat pelestarian budaya di Sumenep masih sangat kuat dan terus tumbuh,” katanya.
Ia menambahkan, Festival Ketupat memiliki peluang besar untuk menjadi ikon wisata budaya jika dikembangkan secara berkelanjutan.
“Kami akan terus memperkuat konsep, promosi, dan kualitas penyelenggaraan agar Festival Ketupat bisa menembus skala nasional,” imbuhnya.
Festival Ketupat 2026 pun menegaskan bahwa tradisi tidak hanya untuk dikenang, tetapi juga untuk dikembangkan menjadi kekuatan baru dalam membangun identitas dan daya saing daerah. (REDJAVA****)









