JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Potensi sektor perikanan Kabupaten Sumenep kembali menunjukkan tajinya di pasar internasional. PT Bahari Dewata Sejahtera berhasil mengekspor sebanyak 12 ton ikan kerapu hidup ke Hongkong, Tiongkok, sebuah capaian yang menegaskan tingginya daya saing komoditas laut asal wilayah kepulauan Madura di kancah global.
Komoditas bernilai ekonomi tinggi tersebut berasal dari Pulau Sapeken, salah satu kawasan kepulauan di Kabupaten Sumenep yang selama ini dikenal sebagai sentra penghasil ikan kerapu berkualitas ekspor. Keberhasilan pengiriman ke pasar internasional menjadi bukti bahwa hasil laut dari wilayah paling timur Madura mampu memenuhi standar dan kebutuhan konsumen mancanegara.
Meningkatnya permintaan pasar global terhadap ikan kerapu hidup menjadi peluang strategis bagi pelaku usaha perikanan untuk terus mengembangkan usaha sekaligus memperkuat kontribusi sektor kelautan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Keberhasilan ekspor ini juga tidak lepas dari dukungan dan pendampingan intensif yang dilakukan Bea Cukai Madura. Melalui berbagai layanan asistensi dan fasilitasi kepabeanan, proses ekspor dapat berjalan lancar sehingga produk perikanan unggulan asal Sumenep mampu menembus pasar internasional.
Kepala Bea Cukai Madura, Novian Dermawan, menegaskan pihaknya berkomitmen untuk terus mendampingi para pelaku usaha agar semakin banyak produk unggulan Madura yang mampu bersaing di pasar global.
“Kami akan secara kontinu melakukan pendampingan kepada pelaku usaha di wilayah Madura, termasuk kepada PT Bahari Dewata Sejahtera, agar kegiatan ekspor dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi perekonomian daerah,” ujar Novian dalam keterangan tertulisnya yang diterima media ini, Rabu (03/06/2026).
Menurutnya, keberhasilan ekspor ikan kerapu hidup dari Pulau Sapeken merupakan gambaran nyata besarnya potensi sektor kelautan dan perikanan Madura yang masih dapat terus dikembangkan. Dukungan kepada eksportir akan terus diperkuat guna menciptakan iklim usaha yang kondusif dan mendorong lahirnya eksportir baru dari wilayah Madura.
“Potensi perikanan Madura sangat besar. Kami optimistis dengan sinergi antara pelaku usaha dan pemerintah, produk-produk unggulan daerah akan semakin banyak menembus pasar internasional dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya menambahkan.
Ekspor 12 ton ikan kerapu hidup ke Hongkong ini tidak hanya menjadi capaian bisnis semata, tetapi juga menjadi momentum penting dalam memperkuat posisi Kabupaten Sumenep sebagai salah satu daerah penghasil komoditas perikanan unggulan nasional. Di tengah persaingan perdagangan global yang semakin ketat, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa produk perikanan dari wilayah kepulauan memiliki kualitas yang mampu bersaing dan diminati pasar dunia.
Dengan terbukanya akses pasar ekspor yang semakin luas, sektor perikanan di Kabupaten Sumenep diharapkan terus tumbuh menjadi motor penggerak ekonomi daerah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir yang selama ini menjadi tulang punggung industri perikanan di wilayah kepulauan. (REDJAVA****)












