JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Majelis Ratibul Haddad Naghfir menggelar tasyakuran pada Senin (6/4/2026) di Sumenep. Acara dihadiri para ulama, tokoh agama, dan jajaran pemerintah daerah, termasuk Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim.
Puncak acara ditandai dengan tausiyah KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya memulai kebaikan dengan niat yang tulus.
“Setiap kebaikan yang dimulai dengan niat tulus, meskipun kecil, akan menjadi ladang pahala yang terus mengalir. Tidak ada amal yang sia-sia,” ujar KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengasuh Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo itu juga menyoroti tantangan zaman digital, khususnya penggunaan media sosial.
“Walaupun hanya share, kita harus berhati-hati. Jejak digital yang buruk bisa menjadi dosa jariyah,” tegasnya.
Selain itu, KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy berharap Majelis Ratibul Haddad Naghfir tetap istiqomah dalam menebar kebaikan dan kedamaian.
“Majelis ini bukan sekadar berkumpul, tapi menjadi wadah menanam nilai-nilai kebaikan. Semoga setiap langkah kita senantiasa mendapatkan Ridho Allah SWT,” imbuhnya.
Secara terpisah, Ketua Majelis, Dr. Naghfir, menambahkan bahwa tasyakuran ini juga menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi antarjamaah dan meneguhkan komitmen membimbing masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk terus istiqomah membimbing jamaah agar tetap teguh dalam kebaikan, terutama di tengah arus informasi digital yang cepat,” kata Dr. Naghfir.
“Acara tasyakuran ini menjadi momen bagi seluruh anggota majelis untuk mempererat tali silaturahmi dan menebar manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Suasana tasyakuran semakin hidup dengan lantunan selawat dari Hadrah Syifa El Qolby, pimpinan K. Zainur Ridho. Kehadiran tokoh-tokoh agama seperti Gus Haris Batuan, KH. Ali Rifki, dan KH. Sayuthi, serta para nyai dan pengurus PCNU, menambah khidmat acara.
Acara yang dimulai pukul 10.00 WIB berlangsung lancar dan tertib. Panitia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan.
“Kami mohon maaf jika ada kekurangan dalam penyambutan. Semoga kebersamaan ini menjadi amal baik yang mendatangkan Ridho Allah SWT bagi kita semua,” pungkas Dr. Naghfir sapaan akrabnya.
Tasyakuran ini bukan hanya ritual keagamaan, tapi juga refleksi spiritual di era digital, mengingatkan pentingnya niat baik, kebaikan berkelanjutan, dan kehati-hatian dalam setiap tindakan. (REDJAVA****)










