JAVANETWORK.CO.ID, SUMENEP — Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep terus memperkuat komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia yang terampil, mandiri, dan berdaya saing.
Bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK), Disdik Sumenep menggelar pelatihan peningkatan keterampilan bagi 240 warga belajar dari berbagai Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Agus Dwi Saputra, S.Sos., M.Si., pada Sabtu (11/10/2025).
Pelatihan mencakup tiga bidang keterampilan utama: komputer, pembuatan kue dan roti, serta tata rias. Program ini dirancang agar warga belajar memiliki kemampuan praktis sekaligus peluang wirausaha yang sesuai dengan kebutuhan ekonomi masyarakat lokal.
Kadis Pendidikan Sumenep, Agus Dwi Saputra, menegaskan pendidikan nonformal kini harus melampaui sekadar pembelajaran akademik. Ia menilai, pendidikan luar sekolah perlu menjadi penggerak kemandirian ekonomi masyarakat.
“Kami ingin pendidikan nonformal menjadi ruang yang hidup dan berdampak. Warga belajar tidak cukup hanya bisa baca-tulis, tapi juga harus bisa berdaya dan produktif,” kata Agus.
Ia menambahkan, kolaborasi antara Disdik dan BLK menjadi langkah strategis dalam mencetak generasi terampil.
“Sinergi dengan BLK ini adalah langkah strategis. Dengan pelatihan vokasional yang terarah, kami berharap warga belajar bisa segera mengaplikasikan keterampilannya untuk menciptakan usaha baru,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Disdik Sumenep, Lisa Bertha Sutedja, S.E., M.Ak., mengatakan pelatihan ini disusun berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan masyarakat dan potensi ekonomi lokal.
“Banyak warga belajar yang memiliki semangat untuk berkembang, tetapi belum punya keterampilan teknis. Kegiatan ini menjembatani kebutuhan itu dengan pelatihan yang aplikatif dan terarah,” kata Lisa, Senin (13/10/2025).
Lisa menjelaskan, pelatihan akan berlangsung hingga minggu kedua Desember 2025 agar peserta memiliki waktu cukup untuk memahami teori sekaligus praktik keterampilan yang diajarkan.
“Bidang komputer difokuskan pada literasi digital dan aplikasi kerja dasar, sementara pelatihan pembuatan kue dan tata rias diarahkan agar peserta bisa membuka usaha kecil di rumah,” katanya.
Ia menambahkan, Disdik Sumenep tidak berhenti pada tahap pelatihan semata, tetapi juga menyiapkan pendampingan lanjutan agar peserta benar-benar mandiri.
“Kami ingin setelah pelatihan selesai, peserta punya kepercayaan diri untuk melangkah. Karena keberhasilan program ini diukur dari sejauh mana keterampilan mereka bisa mengubah kehidupan,” tegasnya.
Kegiatan ini disambut antusias oleh warga belajar dari berbagai PKBM di Kabupaten Sumenep. Mereka berharap pelatihan ini menjadi pintu menuju kehidupan yang lebih produktif dan mandiri.
Melalui program ini, Disdik Sumenep menegaskan perannya sebagai garda depan dalam menggerakkan pendidikan nonformal yang adaptif, solutif, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. (REDJAVA****)













