JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH menghadiri undangan GHN 10 + (Guru honorer masa kerja 10 tahun ke atas), yang dikemas dalam acara silaturahmi dengan guru honorer bersama Bupati Sumenep yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep.
Kegiatan silaturahmi tersebut berlangsung di lantai II gedung SKB Batuan Kabupaten Sumenep, turut juga dihadiri Kadis Pendidikan, Agus Dwi Saputra, SSos, MSi, Asisten II Setdakab Sumenep, Abdul Madjid, SSos, MSi dan juga sekretaris PGRI Sumenep.
Pada kesempatan itu, Kadis Pendidikan, Agus Dwi Saputra, SSos, MSi pada sambutannya mengatakan hari ini merupakan hari yang sangat bersejarah, karna baru kali seorang Bupati Sumenep bisa menghadiri undangan guru honorer yang ada di Kabupaten Sumenep.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini baru sejarah Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, bisa hadir untuk mendengarkan langsung apa yang menjadi keluhan dari para guru honorer. Ini bukti bahwa beliau berempati untuk mendengar langsung keluhan guru honorer,” kata Agus Dwi Saputra, SSos, MSi.
Bagaimanapun kita ini memiliki Bupati yang masih muda, namun beliau sangat serius dalam memikirkan nasib teman-teman pendidik yang ada di Kabupaten Sumenep. Hal dibuktikan dengan banyaknya pengangkatan PPPK di bidang pendidikan dibandingkan kabupaten lain.
“Untuk Kedepan, saya berusaha menyakinkan beliau untuk memperjuangkan dengan sepenuh hati demi nasib bapak ibu semua yang hadir disini,” ungkapnya.
Sementara itu pada kesempatan yang sama, Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH menerangkan bahwa untuk menyelesaikan terkait penguatan sumber daya manusia. Salah satunya adalah bagaimana seluruh guru yang ada di Kabupaten Sumenep mendapatkan prioritas utama.
“Bagaimana persoalan guru honorer ini cepat terselesaikan, walaupun memang ada beberapa konsekuensi-konsekuensi tertentu, yang pasti nantinya akan berpengaruh kepada kebijakan lainnya,” terang orang nomer satu di lingkungan Pemkab Sumenep itu.
Lebih jauh, Ketua DPC PDIP Sumenep menyebut, begitu kita mengangkat banyak guru PPPK, pasti akan berpengaruh dengan kebijakan yang lain seperti kebijakan pembangunan nantinya berkurang. Apalagi pada saat kita situasinya pandemi Covid-19 sehingga APBD kita defisit.
“Pada saat pandemi Covid-19 melanda Sumenep. Saya mencoba dan menyampaikan kepada tim agar APBD dihitung dengan cermat agar persoalan guru honorer cepat diselasaikan,” jelasnya.
Orang nomer satu di lingkungan Pemkab Sumenep itu juga memberikan kabar yang baik bagi guru pendidikan agama Islam, dimana untuk Kabupaten Sumenep pada tahun 2023 mendapat kuota PPPK sebanyak 133 orang.
Menurut Bupati Kabupaten ujung timur Pulau Madura itu mempunyai keyakinan dengan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), Pemkab Sumenep dapat menyelesaikan honorer tenaga guru, walaupun nantinya konsekuensi ada kebijakan yang tidak maksimal.
“Karena kekuatan dalam mendidik harus juga diimbangi dengan kesejahteraan dari para tenaga pendidik,” tandasnya.
Acara silaturahmi ini juga diisi dengan kegiatan donor darah yang berlangsung di halaman SKB Batuan Sumenep dengan mendatangkan sejumlah petugas dari PMI Sumenep. (REDJAVA****)








