Dilema Rumah Tangga di Sumenep: 1.422 Perceraian Sepanjang 2024, Ekonomi Jadi Pemicu Utama

- Redaksi

Senin, 17 Februari 2025 - 20:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Humas PA Sumenep Himawan Susilo

Humas PA Sumenep Himawan Susilo

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Ketahanan rumah tangga di Kabupaten Sumenep mendapat ujian berat sepanjang 2024. Data Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Sumenep mencatat lonjakan angka perceraian dengan total 1.422 kasus.

Dari jumlah tersebut, 982 perkara merupakan cerai gugat yang diajukan oleh istri, sementara 488 perkara lainnya adalah cerai talak yang diajukan oleh suami.

Menurut Humas PA Sumenep, Hirmawan Susilo, penyebab utama perceraian masih didominasi oleh faktor ekonomi, yang kemudian memicu rentetan masalah lain seperti perselingkuhan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hingga konflik berkepanjangan.

“Banyak pasangan yang kesulitan memenuhi kebutuhan ekonomi, lalu berujung pada konflik serius. Tak jarang, kondisi ini memicu kekerasan dalam rumah tangga dan perselingkuhan yang semakin memperburuk situasi,” ujarnya kepada media, Senin (17/2/2025).

Masalah perceraian belum menunjukkan tren penurunan di awal 2025. Sepanjang Januari, 36 perkara baru telah masuk ke PA Sumenep.

Dari jumlah tersebut, 15 perkara merupakan cerai talak dan 21 perkara cerai gugat.

Distribusi kasus perceraian di Sumenep pun menunjukkan sebaran yang cukup luas di berbagai kecamatan.

Baca Juga :  Dandim Bersama Bupati Sumenep Tinjau Kesiapan Alat Water Well Drilling Yonzipur 5/ABW

Berikut data rinci yang menunjukkan tiga kecamatan dengan angka perceraian tertinggi:
1. Kota Sumenep – 133 kasus
2. Pragaan – 99 kasus
3. Batang-Batang – 88 kasus

Sementara kecamatan lainnya, seperti Kalianget, Bluto, Lenteng, hingga Masalembu, juga mencatat puluhan kasus perceraian sepanjang tahun.

Hirmawan menambahkan, kasus perceraian di Sumenep bukan sekadar angka, tetapi memiliki dampak sosial yang mendalam.

Banyak anak harus kehilangan kasih sayang kedua orang tua, sementara perempuan yang bercerai sering kali menghadapi tekanan ekonomi yang lebih berat.

“Banyak ibu rumah tangga yang menggugat cerai karena merasa suami tidak lagi mampu menafkahi, atau justru terlibat masalah lain seperti judi dan perselingkuhan. Akhirnya, mereka harus berjuang sendiri menghidupi anak-anaknya,” jelasnya.

Kondisi ini pun menjadi sorotan bagi berbagai pihak. Pemerintah daerah, tokoh agama, serta organisasi sosial didorong untuk lebih aktif dalam program mediasi dan bimbingan rumah tangga guna menekan angka perceraian di tahun-tahun mendatang.

“Jika tidak ada intervensi serius, angka perceraian ini bisa terus meningkat dan menjadi bom waktu bagi generasi mendatang,” pungkasnya. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Gerak Cepat Prajurit Yonif TP 931/KJ Padamkan Kebakaran Lahan di Kebunan
Pengabdian Berbuah Penghargaan, Imam Syafi’i S.H. Terima Lencana Pancawarsa V Tingkat Jawa Timur
PKDI Cup II 2026: Saling Serang di Lapangan, Pamekasan dan Sumenep Berbagi Angka 1-1
Era Fintech Makin Pesat, Dr. Naghfir Ingatkan Pemuda Jangan Sekadar Jadi Pengguna
Diklat Paskibra Sumenep Makin Bermakna, Yonif TP 931/KJ Beri Pembekalan Wawasan Kebangsaan
Satlantas Polresta Sumenep Gandeng TVRI, Hadirkan Informasi Lalu Lintas Aktual untuk Masyarakat
Semarak Lomba Kemerdekaan Persit Yonif TP 931/KJ, Meriahkan HUT ke-81 RI dengan Penuh Keceriaan
Kaki Palsu dan Kursi Roda Jadi Jalan Baru, Bakti TNI AD Bawa Harapan untuk Warga Sumenep

BERITA TERKAIT

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Gerak Cepat Prajurit Yonif TP 931/KJ Padamkan Kebakaran Lahan di Kebunan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:35 WIB

Pengabdian Berbuah Penghargaan, Imam Syafi’i S.H. Terima Lencana Pancawarsa V Tingkat Jawa Timur

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PKDI Cup II 2026: Saling Serang di Lapangan, Pamekasan dan Sumenep Berbagi Angka 1-1

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 23:33 WIB

Era Fintech Makin Pesat, Dr. Naghfir Ingatkan Pemuda Jangan Sekadar Jadi Pengguna

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Diklat Paskibra Sumenep Makin Bermakna, Yonif TP 931/KJ Beri Pembekalan Wawasan Kebangsaan

BERITA TERBARU