JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Riuh langkah ribuan peserta Jalan-Jalan Sehat (JJS) yang digelar RS BHC Sumenep, Minggu pagi, seolah menyatu dengan semangat kebersamaan masyarakat.
Namun, di antara hiruk-pikuk acara tersebut, terselip sebuah peristiwa kecil yang meninggalkan kesan besar.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mendadak menghentikan langkahnya.
Pandangannya tertuju pada seorang remaja perempuan dengan keterbatasan fisik, yang berjalan penuh semangat mengikuti jalannya kegiatan. Remaja itu adalah Dewi Sulastri, siswi kelas XII SMA Negeri 2 Sumenep.
Tanpa ragu, Bupati Fauzi menghampiri Dewi. Percakapan ringan pun terjalin. Senyum dan tawa sederhana mengiringi dialog singkat yang justru menjadi momen penting bagi Dewi dan barangkali juga bagi siapa pun yang menyaksikannya.
Bagi Dewi, disapa langsung oleh orang nomor satu di Kabupaten Sumenep adalah pengalaman yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Namun kesempatan itu tak disia-siakan.
Dengan suara mantap, ia menyampaikan mimpi besarnya: melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di luar Madura.
“Saya ingin kuliah dan mengambil jurusan Psikologi,” ujar Dewi dengan mata berbinar saat ditemui usai kegiatan.
Di balik keterbatasan fisik yang dimilikinya, Dewi menyimpan tekad kuat untuk terus melangkah.
Baginya, kondisi tersebut bukan alasan untuk berhenti bermimpi, melainkan dorongan untuk membuktikan bahwa keterbatasan tidak menentukan masa depan seseorang.
“Saya ingin membuktikan bahwa saya juga bisa berprestasi dan kelak membantu orang lain,” ucapnya pelan, namun penuh keyakinan.
Semangat itu tak luput dari perhatian Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo. Ia mengaku tersentuh sekaligus bangga melihat keteguhan hati generasi muda yang tidak menyerah pada keadaan.
“Anak-anak seperti Dewi ini yang harus kita jaga dan dorong. Ia memberi pelajaran bahwa mimpi besar bisa tumbuh di tengah keterbatasan,” kata Fauzi.
Lebih dari sekadar apresiasi, Bupati Fauzi menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk memastikan akses pendidikan yang inklusif bagi seluruh warganya, termasuk penyandang disabilitas.
Ia pun menyatakan kesiapan Pemkab Sumenep untuk memberikan dukungan konkret berupa beasiswa pendidikan.
“Pendidikan adalah investasi masa depan. Negara dan pemerintah daerah harus hadir untuk memastikan anak-anak seperti Dewi punya ruang untuk tumbuh dan berkembang,” tegasnya.
Di tengah langkah-langkah kaki peserta JJS yang terus bergerak maju, kisah Dewi menjadi pengingat sederhana: bahwa harapan selalu menemukan jalannya, bahkan dari tempat yang paling tak terduga. (REDJAVA/$$$)












