JAVANETWORK.CO.ID.NASIONAL – Defisit kalori merupakan salah satu kunci menurunkan berat badan. Artinya jumlah kalori yang masuk harus lebih sedikit dari jumlah kalori yang keluar.
Hal itu diungkapkan Staf Teknis Komunikasi Tranformasi Kesehatan Kemenkes RI, RA. Adaninggar pada keterangan tertulisnya, Kamis (08/02/2024).
Ia mengatakan jika hal tersebut dapat menurunkan berat badan dengan cepat dengan konsep satu defisit kalori itu adalah salah satu kuncinya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jadi kalau misalkan sehari cuma makan telur kalorinya pasti defisit beribu-ribu kalori,” kata Staf Teknis Komunikasi Tranformasi Kesehatan Kemenkes RI RA Adaninggar.
Namun katanya hal yang harus diperhatikan saat penurunan berat badan adalah dicari tujuannya, maksudnya penurunan itu untuk bagian tubuh yang mana.
“Difisit kalori harus disertai dengan olahraga yang rutin, biar otot jadi kuat sehingga otot tidak mengecil dan itu tidak baik untuk kesehatan,” ungkapnya.
Lebih lanjut dirinya menegaskan tidak ada yang instan kalau kita mau turun berat badan, namun harus disertai dengan cara-cara yang sehat.
Selain itu kata dia, gangguan nutrisi dalam penurunan BB ini juga bisa mengganggu hormonal akan berujung kepada gangguan kesuburan jangka panjang.
“Yang jelas hormonal pasti terganggu keseimbangannya, kolesterol itu salah satu bahan utama, kalau hormonnya kurang, keseimbangan pasti terganggu. Metabolisme tubuh kita sangat butuh hormon,” tukasnya. (REDJAVA****)








