JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Komunitas Rumah Cerita Okara sukses menggelar Parade Mendongeng Madura pada Sabtu pagi, 16/11/2024.
Acara yang berlangsung di Pendopo Keraton Agung Sumenep ini dihadiri oleh ratusan peserta, mulai dari anak-anak dari tingkat PAUD hingga SD yang berasal dari Kabupaten Sumenep dan kabupaten Pamekasan.
Mereka terlihat sangat antusias mendengarkan berbagai cerita tentang kerajaan Sumenep sambil didampingi guru pembimbing.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Parade ini bertujuan untuk melestarikan tradisi mendongeng sekaligus mempromosikan kearifan lokal kepada generasi muda.

Dalam sambutannya, Kepala Bidang Pariwisata Disbudporapar Kabupaten Sumenep Andri Zulkarnain, ST, MAP menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif Komunitas Rumah Cerita Okara.
“Mendongeng bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana pendidikan dan pelestarian budaya. Parade ini adalah bentuk nyata dari upaya menjaga warisan cerita rakyat Madura agar tetap hidup di tengah modernisasi,” kata Kabid Andri di acara penutupan.
Parade ini menghadirkan berbagai cerita rakyat seperti kisah Joko Tole, Potre Koneng, dan legenda lainnya yang dikemas dengan gaya yang menarik dan interaktif.

Para pendongeng tampil memukau dengan menggunakan kostum tradisional dan juga alat peraga.
Ketua Komunitas Rumah Cerita Okara, Avan Fathurrahman, menyatakan bahwa acara ini merupakan bagian dari misi komunitas untuk membangkitkan minat masyarakat terhadap seni mendongeng.
“Kami ingin menjadikan mendongeng sebagai budaya yang kembali dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Madura. Ini bukan sekadar cerita, tetapi identitas yang harus kita banggakan dan jaga bersama,” ungkapnya.
Parade ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pesan moral yang mendalam. Peserta yang hadir, terutama anak-anak, terlihat sangat terhibur sekaligus mendapat pelajaran berharga dari setiap kisah yang disampaikan.
Parade Mendongeng Madura menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian budaya lokal. Dengan dukungan dari pemerintah dan masyarakat, diharapkan tradisi ini terus berkembang dan menjadi salah satu daya tarik budaya yang membanggakan bagi Sumenep. (REDJAVA****)










