JAVANETWORK.CO.ID.PROBOLINGGO – Kepolisian Sektor (Polsek) Krejengan, Polres Probolinggo, terus menunjukkan komitmennya dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba. Melalui pendekatan edukatif, Polsek Krejengan menggelar sosialisasi bertema “Bahaya Narkotika dan Program Unggulan Ditbinmas Polda Jatim PATRIA (Pantau Putra Putri Anda)” di Pondok Pesantren Darut Tauhid, Desa Tanjungsari, Kecamatan Krejengan, Senin (20/10).
Kegiatan yang berlangsung di Masjid pesantren tersebut dihadiri oleh ratusan siswa MTs dan MA Darut Tauhid, para guru, serta Bhabinkamtibmas setempat. Acara berlangsung interaktif, menghadirkan suasana dialogis antara aparat kepolisian dan para santri.
Kapolsek Krejengan, IPTU Miftahol Rahman, S.H., M.H., menegaskan bahwa sosialisasi ini bukan sekadar agenda formalitas, melainkan bagian dari langkah strategis Polri dalam memutus rantai penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami tidak ingin ada satu pun generasi muda di Krejengan yang rusak karena narkoba. Upaya ini adalah bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masa depan bangsa,” ujar IPTU Miftahol Rahman membuka kegiatan tersebut.
Menurutnya, program PATRIA (Pantau Putra Putri Anda) merupakan inisiatif Polda Jawa Timur yang berfokus pada pengawasan dan keterlibatan aktif orang tua dalam mendampingi anak-anak mereka.
“Program PATRIA mengingatkan kita bahwa pengawasan bukan hanya tugas polisi, tapi juga tanggung jawab keluarga dan lingkungan. Sinergi inilah yang menjadi kunci pencegahan,” jelasnya.
Dalam paparannya, IPTU Miftahol juga menyoroti tren penyalahgunaan narkoba yang kini merambah ke berbagai lapisan usia, termasuk pelajar. Ia menekankan pentingnya membangun benteng kesadaran sejak dini melalui pendidikan karakter dan nilai religius.
“Pesantren adalah benteng moral bangsa. Jika para santri paham bahaya narkoba sejak dini, maka mereka akan tumbuh menjadi agen perubahan yang menjaga moralitas masyarakat,” tegasnya.
Acara yang dikemas secara komunikatif itu juga membuka ruang tanya jawab antara siswa dan aparat. Para santri terlihat antusias menanyakan berbagai hal, mulai dari modus baru penyebaran narkoba hingga peran media sosial dalam peredaran barang haram tersebut.
Di akhir kegiatan, IPTU Miftahol Rahman mengapresiasi antusiasme para peserta serta menegaskan bahwa Polsek Krejengan akan terus hadir di tengah masyarakat melalui program pembinaan berkelanjutan.
“Kami tidak akan berhenti di sini. Polsek Krejengan akan terus turun ke sekolah, pesantren, dan masyarakat untuk memastikan anak-anak kita tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan berdaya,” tutupnya penuh optimisme.
Kegiatan sosialisasi berjalan dengan aman, tertib, dan penuh semangat. Kehadiran Polsek Krejengan menjadi bukti nyata bahwa pendekatan humanis dan edukatif adalah cara paling efektif untuk melindungi masa depan generasi muda. (REDJAVA****)









