Budayawan Sumenep Apresiasi Penggunaan Bahasa Madura Halus pada Momentum Peringatan HJS ke-755

Jumat, 1 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Budayawan Sumenep Ibnu Hajar, MPd

Budayawan Sumenep Ibnu Hajar, MPd

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Upacara Peringatan Hari Jadi Sumenep (HJS), Madura, Jawa Timur ke-755 tahun murni menggunakan Bahasa Madura, sebagai bentuk pelestarian terhadap bahasa daerah.

Sastrawan dan Budayawan Sumenep, Ibnu Hajar mengatakan, bahwa di Hari Jadi Kota Keris, pihaknya turut senang karena upacara menggunakan bahasa lokal.

“Karena diakui atau tidak, selama ini masyarakat kita terutama anak-anak mudanya untuk berbahasa Madura yang baik dan benar (tingkatan bahasa, red) jarang sekali mereka menguasai itu,” bebernya Jum’at (01/11/2024).

Ia pun sangat mendukung, dan merasa bangga ketika upacara hari jadi itu menggunakan bahasa lokal yaitu bahasa madura.

“Karena ini merupakan bentuk kewajiban kita untuk tetap melestarikan dan memperkenalkan kepada anak-anak kita, cucu kita sebagai generasi mendatang,” kata pria berkacamata itu.

Salah satu cara, yaitu memperkenalkan tapi bukan berarti mereka tidak kenal, tapi bagaimana yang sebenarnya berbahasa madura.

“Bahasa Madura yang kita ketahui itu banyak tingkatannya, jadi seperti apa harusnya berbahasa madura yang baik dan benar itu,” tegasnya.

Lanjut ia menyampaikan, dalam hal ini tidak hanya dalam rangka upacara hari jadi, dalam sehari-hari kita harus sebenarnya berbahasa Madura.

“Bahkan paling tidak bagaimana Pemerintahan Kabupaten Sumenep, misalnya untuk hari jumat dalam sehari ful wajib berbahasa madura, ini sepele tapi punya efek besar,” paparnya.

“Atau juga dalam obrolan di sekolah juga sangat bisa diterapkan, terkecuali di dalam kelas. Jadi ini sebagai bentuk implementasi untuk mengajarkan kepada generasi kita bagaimana tingkatan bahasa madura yang baik dan benar,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt Bupati Sumenep, Dewi Khalifah mengatakan, bahasa madura adalah jati diri. Ketika berbicara dengan bahasa daerah jadi tidak hanya sebatas berkomunikasi, tetapi juga merawat nilai-nilai budaya yang diwariskan leluhur.

Baca Juga :  KPU Sumenep Resmi Umumkan Hasil Pilkada 2024, FAHAM Ungguli Paslon FINAL

Ia menambahkan, bahwa banyak bahasa lokal di Tanah Air yang terancam punah, karena generasi muda yang lebih memilih berbahasa Indonesia atau bahasa asing dalam keseharian mereka.

“Lewat upacara ini, saya baru menyadari bahwa bahasa daerah kami menyimpan banyak kisah dan nilai moral. Saya bangga menjadi bagian dari upaya pelestarian ini.” pungkasnya. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Pelepasan Siswa TK PAUD Budi Luhur Jadi Momentum Penguatan Pendidikan dan Kepedulian Sosial
Bupati Fauzi Bawa Misi Besar dari Jakarta, Sumenep Menuju Pusat Industri Perikanan Nasional
GOW Sumenep Gaungkan Healing Parenting, Ajak Orang Tua Putus Rantai Pola Asuh yang Melukai Anak
Rumah Tak Layak Huni Milik Warga Pamekasan Dibedah oleh Rutan Sumenep dan Lapas Se-Madura
Perkuat SDM Pers, PWI Sumenep Bekali Calon Anggota Lewat OKK Angkatan XXV
Perpusda Sumenep Jadi Magnet Pelajar, Puluhan Siswa SMPN 1 Dasuk Antusias Belajar Literasi
Kisah Annisa Syakina, Dosen Muda yang Membuktikan Keterbatasan Bukan Penghalang untuk Berkarya
Sekda Sumenep Terima Audiensi PC IPNU-IPPNU, Bahas Penguatan SDM dan Pendidikan Pelajar

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:26 WIB

Pelepasan Siswa TK PAUD Budi Luhur Jadi Momentum Penguatan Pendidikan dan Kepedulian Sosial

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:45 WIB

Bupati Fauzi Bawa Misi Besar dari Jakarta, Sumenep Menuju Pusat Industri Perikanan Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:30 WIB

GOW Sumenep Gaungkan Healing Parenting, Ajak Orang Tua Putus Rantai Pola Asuh yang Melukai Anak

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:49 WIB

Rumah Tak Layak Huni Milik Warga Pamekasan Dibedah oleh Rutan Sumenep dan Lapas Se-Madura

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:37 WIB

Perkuat SDM Pers, PWI Sumenep Bekali Calon Anggota Lewat OKK Angkatan XXV

Berita Terbaru