JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kepala BMKG Stasiun Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto, SP, MT, menyampaikan kondisi cuaca terkini di wilayah Madura masih tergolong kondusif meski berada pada puncak musim hujan.
Tidak ada sistem cuaca ekstrem yang aktif di perairan Indonesia, termasuk wilayah Madura, dan tropical cyclone Jenny yang sebelumnya muncul di Samudera Indonesia kini bergerak menjauh.
“Kita patut bersyukur, kondisi cuaca saat ini relatif aman. Tidak ada gangguan signifikan dari sistem badai maupun siklon tropis di sekitar wilayah kita,” kata Ari saat dikonfirmasi media ini, (8/1/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski demikian, BMKG menekankan kewaspadaan tetap perlu dilakukan, terutama terkait angin baratan dan pola hujan yang masih aktif di beberapa wilayah. Hujan yang terjadi bersifat sporadis dan lokal, dengan wilayah utara Madura memiliki potensi curah hujan lebih tinggi dibanding daerah lain.
“Awan konvektif masih bisa terbentuk secara masif, khususnya di kepulauan sekitar Madura. Hujan intensitas ringan hingga lebat masih berpotensi terjadi, bahkan bisa disertai angin kencang,” jelasnya.
Selain itu, BMKG memperingatkan peningkatan tinggi gelombang di wilayah utara Madura dan Laut Jawa dalam dua hari ke depan. Pihaknya meminta masyarakat dan nelayan untuk tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi yang signifikan.
“Gelombang laut di utara Madura diprediksi meningkat dalam dua hari ke depan. Wilayah selatan dan kepulauan relatif aman, tapi pengaruh gelombang dari utara harus tetap menjadi perhatian,” tambah Ari sapaannya.
BMKG juga mengingatkan potensi cuaca ekstrem lokal seperti angin kencang dan puting beliung meski hujan bersifat sporadis. Masyarakat diminta melakukan pemeriksaan di lingkungan masing-masing, termasuk keamanan pohon atau bangunan yang rawan terdampak angin.
“Kondisi cuaca memang terlihat nyaman, tapi masyarakat harus selalu melakukan assessment lingkungan. Ini penting untuk mencegah kerusakan atau risiko akibat angin tiba-tiba,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ari menambahkan, masyarakat harus memahami bahwa musim hujan masih berlangsung, sehingga pola hujan dan angin dapat berubah sewaktu-waktu.
“Kewaspadaan tetap menjadi kunci. Semoga masyarakat Madura selalu dalam lindungan dan terhindar dari risiko cuaca ekstrem,” pungkas Ari. (REDJAVA/$$$)









