JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Operasi gabungan lintas instansi kembali digelar di Kabupaten Sumenep dengan nuansa humanis, edukatif, dan persuasif.
Kegiatan diawali dengan apel dan doa bersama di halaman kantor UPT PPD Sumenep, Jalan KH. Mas Mansyur, Desa Pagian, Kecamatan Kota Sumenep, Senin (25/8/2025).

Apel dipimpin langsung oleh Kanit Turjawali Satlantas Polres Sumenep, Ipda Dita, SH didampingi kepala PPD Sumenep Samtiono, S.H., M.H.
Dalam arahannya, Ipda Dita mengajak seluruh petugas untuk mengawali tugas dengan rasa syukur dan sikap ramah.

“Alhamdulillah, kita semua diberi kesehatan sehingga bisa melaksanakan kegiatan bersama hari ini. Mari kita jalankan operasi ini dengan cara humanis, agar masyarakat merasa terbantu, bukan takut,” ujarnya.
Ipda Dita menambahkan bahwa operasi gabungan kali ini berlangsung di dua titik lokasi, yakni di Desa Gelugur Kecamatan Batuan dan di Jalan Raya Sumenep–Lenteng tepatnya di Bujuk Tamoni Desa Batuan.

Kedua titik tersebut dipilih karena menjadi jalur lalu lintas padat yang banyak dilalui masyarakat.
Sementara itu, Kepala UPT PPD Sumenep, Samtiono, SH, MH, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengukur kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban pajak kendaraan bermotor.

Ia menekankan pentingnya komunikasi persuasif agar masyarakat tidak merasa terbebani.
“Operasi ini hanya memberikan edukasi. Saat ini Pemprov Jawa Timur memberikan kebijakan gratis denda pajak kendaraan bermotor hingga akhir Agustus 2025, terutama bagi warga miskin ekstrem dan penerima bantuan sosial. Ini bentuk perhatian pemerintah untuk meringankan beban masyarakat,” jelas Samtiono.
Lebih lanjut, Samtiono mengingatkan agar masyarakat memanfaatkan program ini sebaik-baiknya.
“Kesempatan ini jangan disia-siakan. Dengan melunasi pajak kendaraan, warga tidak hanya terbebas dari denda, tetapi juga ikut serta membangun daerah melalui peningkatan PAD. Pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali dalam bentuk pembangunan jalan, fasilitas umum, dan layanan publik yang manfaatnya dirasakan bersama,” tambahnya.
Di tempat yang sama, perwakilan Bapenda Sumenep, R. Moh. Hasan Karnain, SE., M.Si, menambahkan bahwa operasi gabungan ini adalah langkah strategis untuk menumbuhkan kesadaran wajib pajak.
“Kegiatan ini bukan semata-mata menindak, melainkan juga mengajak masyarakat memahami bahwa pajak kendaraan adalah kontribusi nyata untuk pembangunan daerah. Dengan pendekatan humanis, kita berharap masyarakat lebih sadar akan kewajibannya,” tegas Gus Hasan sapaannya.
Operasi gabungan yang melibatkan Satlantas Polres Sumenep, UPT PPD, Bapenda Sumenep, dan Jasa Raharja ini mendapat apresiasi warga. Selain menegakkan aturan, petugas juga memberikan solusi nyata berupa informasi keringanan pajak.
Operasi humanis ini membuktikan bahwa penegakan aturan bisa dilakukan dengan pendekatan edukatif dan persuasif. Bukan hanya memeriksa, tetapi juga memberi pemahaman, mendampingi, dan meringankan beban masyarakat. (REDJAVA****)















