JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Gelombang peringatan dini dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Trunojoyo, Sumenep, menggema kuat menjelang puncak arus mudik Lebaran.
Fenomena hujan deras dan angin kencang diprediksi bakal menghantam wilayah Sumenep dan sekitarnya hingga akhir Ramadan 1446 Hijriyah. Pemudik diimbau bersiap menghadapi kemungkinan skenario terburuk.
Kepala BMKG Trunojoyo, Ari Widjajanto, mengungkapkan bahwa saat ini Sumenep memasuki fase transisi dari musim penghujan ke kemarau.
Situasi ini menciptakan pola cuaca yang tak menentu, dengan potensi hujan sporadis yang bisa datang tiba-tiba dan berlangsung intens dalam waktu singkat.
“Jangan anggap sepele! Meskipun hujan tidak merata seperti di puncak musim hujan, intensitasnya tetap bisa mengganggu perjalanan. Yang lebih mengkhawatirkan adalah angin kencang yang dapat memicu gelombang tinggi di perairan,” kata Ari Widjajanto, (18/3/2025).
Bagi pemudik yang berencana menyeberang ke kepulauan, peringatan ini bukan sekadar informasi biasa, ini adalah sinyal bahaya yang tak boleh diabaikan.
Gelombang laut berpotensi meningkat secara tiba-tiba, menciptakan risiko besar bagi perahu kecil dan kapal tradisional yang menjadi tulang punggung transportasi laut di wilayah Sumenep.
“Kami mengimbau seluruh operator kapal dan nelayan agar tidak memaksakan pelayaran jika kondisi cuaca buruk. Di laut, tidak ada tempat berlindung selain kembali ke daratan. Jangan ambil risiko!” ungkapnya.
Tak hanya jalur laut, pemudik yang melintasi jalur darat juga diminta meningkatkan kewaspadaan. Hujan deras dapat mengurangi jarak pandang, memperbesar risiko kecelakaan, serta meningkatkan potensi pohon tumbang di beberapa titik rawan.
“Dengan peringatan BMKG ini, Kami berharap masyarakat untuk lebih bijak dalam merencanakan perjalanan, selalu memperbarui informasi cuaca, dan tidak ragu menunda keberangkatan jika kondisi dinilai berbahaya,” pungkasnya. (REDJAVA****)










