JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Diketahui Wisata pulau Oksigen Giliyang kembali menjadi atensi serius Aliansi Pemuda Timur Daya (API) hal itu disebabkan pulau Giliyang mendapatkan aliran listrik pada tahun 2017.
Namun, hingga tahun 2019, tempat tersebut dialiri listrik hanya selama dua belas jam saja dalam sehari dan hingga tahun 2022 desa setempat sudah dialiri listrik selama 24 jam.
Dikatakan bahwa wisata pulau Oksigen dinobatkan sebagai tempat wisata oksigen terbaik kedua di dunia setelah Yordania pada tahun 2006 berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Lembaga Penelitian Antariksa Nasional (LAPAN).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Namun hingga saat ini, kesejahteraan masyarakat setempat belum sepenuhnya terjamin, utamanya terkait hal penerangan listrik,” kata Syaiful Bahri lewat pesan WhatsAppnya kepada media ini, Jum’at (14/07/2023).
Mantan aktivis PC PMII Sumenep itu juga menyayangkan sikap manajer PLN Sumenep dalam menyelesaikan masalah listrik di kepulauan Giliyang hanya umbaran janji saja.
“Padahal pulau Giliyang menjadi wisata Oksigen terbaik kedua. Dan harusnya menjadi kebanggaan tersendiri dalam mengembangkan Giliyang dari segala sektor, utamanya penerangan (Red-listrik) sebagai faktor pendukung dari segala sektor,” imbuhnya.
Syaiful sapaan akrabnya bersama Pemuda Timur Daya mengecam keras antipati PLN Sumenep yang terkesan bermain-main mengurusi kerusakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di pulau Giliyang.
Dirinya menduga ada pergeseran mesin antar kepulauan di Sumenep, sebab ketidaknormalan listrik di Giliyang terjadi setelah peresmian PLTD di desa sepanjang kepulauan Sapeken.
“Dan persoalan semacam ini juga pernah terjadi sebelumnya di kepulauan lain, misalnya di pulau Raas,” kecam Syaiful.
Sementara itu, Manajer PLN Sumenep, Regin Herico Ludi Sanu menjelaskan bahwa alatnya akan segera dikirimkan dalam minggu ini.
“Insyaallah mulai minggu depan sudah normal lagi,” kata manajer PLN Sumenep, Herico Ludi Sanu saat dikonfirmasi media ini.
Lebih jauh Regin Herico Ludi Sanu memaparkan soal ketidaknormalan listrik di pulau Giliyang itu disebabkan karena ada kerusakan mesin induk di PLTD tersebut.
“Dan kami sudah koordinasi dengan tim teknisi untuk maintenance mesin. Mudah-mudahan secepatnya bisa selesai,” pungkasnya. (REDJAVA****)








