JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Gerakan literasi santri mulai digelorakan di Kabupaten Sumenep. Yayasan Mahkomah Mahmudah di Desa Batuan mengajak para santri untuk lebih banyak membaca buku daripada menghabiskan waktu bermain telepon genggam.
Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan untuk menguatkan kembali spirit perintah pertama dalam Al-Qur’an, yakni “Iqra” atau membaca, sebagai fondasi membangun generasi santri yang berilmu dan berkarakter.
Direktur Naghfir’s Institute, Dr. Naghfir, S.H., M.H., mengungkapkan hal tersebut saat mewakafkan sejumlah buku untuk perpustakaan Yayasan Mahkomah Mahmudah sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan literasi santri.
“Ramadan adalah momentum terbaik untuk menghidupkan kembali pesan pertama Al-Qur’an, yaitu Iqra’. Karena itu santri harus diarahkan lebih banyak membaca buku daripada larut dalam penggunaan ponsel,” kata Dr. Naghfir, Jum’at (14/03/2026).
Ia menegaskan, penguatan budaya membaca di lingkungan pesantren merupakan langkah penting dalam membangun generasi yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga unggul dalam literasi dan pengetahuan.
“Ini bukan sekadar program membaca, tetapi gerakan membangun peradaban. Kami mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dengan mewakafkan buku ke Yayasan Mahkomah Mahmudah agar santri memiliki akses bacaan yang luas,” tegasnya.
Melalui gerakan wakaf buku ini, Yayasan Mahkomah Mahmudah juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berkontribusi memperkaya koleksi perpustakaan, sehingga budaya literasi di kalangan santri dapat terus tumbuh dan berkembang di Kabupaten Sumenep. (REDJAVA****)












