Awal Kemarau Tak Bersahabat, BMKG Sumenep Peringatkan Angin Mendadak hingga Gelombang Tinggi

Senin, 4 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BMKG Stasiun Trunojoyo Sumenep Ari Widjajanto

Kepala BMKG Stasiun Trunojoyo Sumenep Ari Widjajanto

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah perairan Kabupaten Sumenep, Senin (4/5/2026). Meski telah memasuki musim kemarau, kondisi atmosfer justru menunjukkan dinamika yang berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran.

Kepala BMKG Stasiun Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto, mengungkapkan bahwa langit di wilayah ujung timur Madura saat ini didominasi awan tebal dengan potensi hujan ringan yang tidak merata.

“Cuaca maritim saat ini cenderung labil. Awan tebal masih mendominasi dan berpotensi memicu hujan ringan disertai angin kencang sesaat,” kata Ari Widjajanto kepada media ini, Senin (04/05/2026)

Menurutnya, potensi paling berbahaya berasal dari pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang masih aktif muncul di fase awal musim kemarau. Awan ini dikenal sebagai pemicu utama angin kencang mendadak (gusty) yang sulit diprediksi.

“Potensi pertumbuhan awan Cb di fase awal kemarau ini masih cukup tinggi. Ini harus menjadi kewaspadaan kita bersama karena dapat memicu angin kencang secara tiba-tiba,” ujarnya.

Secara rinci, perairan utara dan selatan Sumenep diprakirakan mengalami angin dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan 9–15 knot. Namun dalam kondisi tertentu, angin dapat meningkat signifikan, terutama di wilayah perairan terbuka dan kepulauan.

“Kami mengingatkan, peningkatan angin dari awan Cb ini bisa datang tiba-tiba. Kondisi ini sangat berisiko terhadap pergerakan kapal, terlebih bagi perahu nelayan tradisional,” tegas Ari Widjajanto.

Di sekitar Pelabuhan Kalianget, cuaca terpantau berawan tebal dengan kecepatan angin relatif lebih rendah, berkisar 6–11 knot. BMKG juga mencatat adanya fenomena pasang surut dengan kondisi surut pada pagi hari mencapai -0,95 meter.

“Sementara itu, Untuk wilayah kepulauan seperti Kepulauan Sapudi diprediksi mengalami kondisi angin yang lebih dinamis. Kecepatan angin berkisar 9–13 knot dan berpotensi meningkat hingga 17 knot di beberapa titik,” jelasnya.

Tak hanya angin, BMKG juga mengingatkan adanya potensi peningkatan tinggi gelombang dalam beberapa hari ke depan di sejumlah perairan Jawa Timur, termasuk wilayah sekitar Madura.

“Dalam beberapa hari ke depan, kami memantau adanya peningkatan tinggi gelombang di sejumlah wilayah perairan Jawa Timur. Ini harus menjadi perhatian serius bagi pengguna jasa laut,” ungkap Ari.

Di sisi lain, kondisi kelembapan udara saat ini menunjukkan karakteristik musim kemarau, berada pada kisaran 63 hingga 85 persen. Udara yang cenderung lebih kering ini juga membawa dampak tersendiri bagi kesehatan masyarakat.

“Kelembapan udara sudah masuk kategori musim kemarau dan cenderung kering. Masyarakat harus menjaga kondisi tubuh agar tidak mengalami dehidrasi atau gangguan kesehatan lainnya,” imbuhnya.

BMKG menegaskan bahwa kombinasi antara angin kencang mendadak, pertumbuhan awan hujan, serta potensi gelombang tinggi menjadi faktor risiko yang tidak bisa dianggap sepele.

“Kami mengimbau nelayan, operator kapal, dan masyarakat pesisir untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca. Jangan abaikan peringatan dini, karena keselamatan adalah yang utama,” pungkas Ari.

Dengan kondisi cuaca yang fluktuatif di awal musim kemarau ini, kewaspadaan menjadi kunci utama agar aktivitas di laut tetap aman dan terkendali. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Berbekal CCTV, Polisi Ungkap Curanmor di Sumenep, Lima Motor Berhasil Diamankan
Masalembu Menunggu Terang: Jalan Panjang Ahmad Juhairi di Ujung Listrik Negara
Pemkab Sumenep Tanggap Bencana, Bantuan Darurat Diserahkan ke Dua Desa Terdampak
Jelang Kelulusan, SMAN 1 Ambunten Gembleng Mental Siswa: Pesan Kuat Hindari Euforia hingga Bahaya Narkoba
Guyub dan Penuh Semangat, Sanggar Madani Sumenep Gelar Senam di Spot Wisata Hits Lenteng
Ziarah Kebangsaan: Banteng Sakera Nahdliyin Awali Langkah Dengan Doa dan Tawasul Perjuangan
Ratusan Prajurit Kodim Sumenep Diuji Fisik, Garjas 2026 Jadi Penentu Kesiapan Tempur
Satlantas Sumenep Turun ke Jalan, Edukasi Humanis dan Patroli ETLE Sasar Pengendara

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 17:45 WIB

Berbekal CCTV, Polisi Ungkap Curanmor di Sumenep, Lima Motor Berhasil Diamankan

Senin, 4 Mei 2026 - 16:44 WIB

Awal Kemarau Tak Bersahabat, BMKG Sumenep Peringatkan Angin Mendadak hingga Gelombang Tinggi

Senin, 4 Mei 2026 - 15:34 WIB

Masalembu Menunggu Terang: Jalan Panjang Ahmad Juhairi di Ujung Listrik Negara

Senin, 4 Mei 2026 - 15:20 WIB

Pemkab Sumenep Tanggap Bencana, Bantuan Darurat Diserahkan ke Dua Desa Terdampak

Senin, 4 Mei 2026 - 13:35 WIB

Jelang Kelulusan, SMAN 1 Ambunten Gembleng Mental Siswa: Pesan Kuat Hindari Euforia hingga Bahaya Narkoba

Berita Terbaru