JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pelaksanaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kabupaten ujung timur Pulau Madura Sumenep kembali menjadi sorotan.
Audiensi antara Satgas SPPG dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumenep, Rabu (4/3/2026), berujung pada desakan evaluasi menyeluruh hingga audit terbuka terhadap tata kelola program tersebut.
Pertemuan yang menghadirkan Koordinator Wilayah Kabupaten serta para koordinator kecamatan itu berlangsung dinamis.
Sejumlah temuan lapangan yang disampaikan IWO memantik diskusi serius terkait aspek pengawasan, standar operasional, hingga potensi risiko dalam distribusi layanan pemenuhan gizi kepada masyarakat penerima manfaat.
Ketua DPC IWO Sumenep, Imam Mustangin, menegaskan bahwa desakan audit terbuka bukan bentuk konfrontasi, melainkan upaya memastikan program strategis publik berjalan sesuai aturan dan prinsip transparansi.
“Kami meminta audit terbuka agar masyarakat tahu sejauh mana program ini dijalankan sesuai standar. Ini menyangkut hak publik atas informasi dan keselamatan penerima manfaat,” tegasnya.
Menurutnya, tanpa evaluasi yang jujur dan menyeluruh, potensi persoalan di lapangan bisa terus berulang.
IWO, lanjut dia, siap menjadi mitra kritis pemerintah daerah dalam mengawal pelaksanaan SPPG agar tetap berada pada koridor regulasi.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Satgas SPPG Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra, mengakui bahwa pelaksanaan SPPG masih memiliki sejumlah kekurangan yang perlu segera dibenahi.
“Masukan dari IWO kami terima sebagai kritik konstruktif. Evaluasi menyeluruh memang perlu dilakukan untuk memperbaiki sistem yang ada,” ujarnya.
Agus menekankan pentingnya penguatan pengawasan guna mencegah risiko yang tidak diinginkan, termasuk kemungkinan gangguan kesehatan jika standar tidak dijalankan secara ketat.
“Jangan sampai terjadi hal-hal yang merugikan masyarakat. Ini menjadi perhatian serius kami,” katanya.
Sementara itu, Ketua Koordinator Wilayah Kabupaten Sumenep, M. Khalilurrahman Hidayatullah, menyatakan dukungan terhadap langkah evaluasi dan peningkatan koordinasi lintas tingkat.
“Kami siap memperkuat pengawasan di tingkat kecamatan dan memastikan setiap temuan ditindaklanjuti,” jelasnya.
Audiensi tersebut menandai menguatnya kontrol sosial terhadap pelaksanaan SPPG di Sumenep.
Publik kini menanti langkah konkret Satgas dalam merealisasikan evaluasi dan membuka ruang audit secara transparan, demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program pemenuhan gizi yang menyangkut hajat hidup orang banyak. (REDJAVA****)












