JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dalam pencegahan stunting bisa dilakukan dengan cara sinergitas dan harmonisasi semua pihak terkait serta melibatkan masyarakat sehingga pada tahun 2024 mendatang stunting di Kabupaten Sumenep turun hingga 14 persen.
Hal tersebut disampaikan Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep Ir. Didik Wahyudi, M.Si saat acara pembukaan Lokakarya Penurunan Stunting yang digelar Pemkab Sumenep bersama USAID ERAT.
Kegiatan lokakarya penurunan stunting bertempat di Hotel C 1 Jalan Sultan Abdurrahman Desa Kolor Kecamatan Kota Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, Rabu (23/11/2022).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep Ir. Didik Wahyudi, M.Si mengatakan untuk pencegahan stunting dibutuhkan kebersamaan pihak-pihak terkait dengan memberikan edukasi secara kontinyu kepada pasangan pengantin. Sehingga perencanaan dan penganggaran bisa tersambung dengan baik.
“Dalam perencanaan dan penganggaran program sudah tentu harus dikawal bersama agar pengurangan stunting bisa terwujud,” kata didik pada sambutannya.
Pihaknya menyebutkan bahwa Dinas Sosial P3A mempunyai peran penting karena dinas terkait memiliki Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar intervensi program penurunan stunting akan tepat sasaran.
Untuk itulah Pemkab Sumenep dan USAID ERAT menggelar lokakarya konvergensi perencanaan, penganggaran penurunan dan pencegahan stunting di Kabupaten Sumenep yang juga di hadiri perwakilan USAID ERAT Syaiful Muluk.
Sementara dari USAID ERAT, Saeful Muluk (Public Financial Management Specialist), mengakui jika melalui Lokakarya Konvergensi Perencanaan Penganggaran Penurunan dan Pencegahan Stunting Kabupaten Sumenep akan berjalan sesuai harapan. Sehingga, apa yang dilakukan dalam kegiatan tersebut adalah saling belajar untuk melakukan inovasi dalam layanan publik.
“Kami juga belajar dengan apa yang dilakukan di Kabupaten Sumenep dengan banyak inovasi pelayanan publik, seperti halnya pada layanan kependudukan sudah melakukan inovasi luar biasa, hingga pelayanan cakupannya di atas 95% dan sudah mendekati target nasional,” tandasnya. (REDJAVA****)








