JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Upaya peningkatan mutu pendidikan anak usia dini di Jawa Timur kembali mendapat penguatan melalui kegiatan visitasi akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah (BAN PDM) Provinsi Jawa Timur, Kamis (1/8/2025).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kelompok Bermain (KB) Al Imron, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan.
Menariknya, salah satu asesor yang bertugas dalam visitasi ini merupakan tokoh pendidikan dari Kabupaten Sumenep, yakni Fathor Arifin, M.Pd, seorang praktisi pendidikan dan pelatih guru PAUD yang telah lama aktif membina lembaga-lembaga pendidikan di wilayah Madura.
Sosok alumni SMAN 1 Sumenep angkatan 1993 itu berkolaborasi bersama Dr. Moh. Wardi, M.Pd.I, akademisi dari Universitas Al-Amien Prenduan, dalam penugasan resmi dari BAN PDM Provinsi Jatim.
Visitasi tersebut menilai berbagai aspek, mulai dari nilai agama dan moral, kognitif, bahasa, sosial-emosional, hingga inovasi dalam proses pembelajaran dan layanan pendidikan, serta dukungan dari orang tua dan kondisi keamanan lingkungan belajar.
Dalam keterangannya kepada media, Fathor Arifin, M.Pd, asesor asal Sumenep, menegaskan pentingnya paradigma baru dalam layanan PAUD, yakni berfokus pada pendidikan yang menyenangkan, bermakna, dan berorientasi karakter.
“Lembaga PAUD hari ini harus mampu menjadi rumah belajar yang kreatif dan menyenangkan bagi anak. Perlu ditingkatkan kapasitas guru secara berkelanjutan, khususnya dalam hal pemahaman tumbuh kembang anak, desain pembelajaran aktif, serta inovasi media digital yang sesuai zaman,” ujar Fathor, Jum’at (01/08/2025).
Ia juga menyoroti pentingnya kemitraan antara guru dan orang tua, karena pendidikan anak tidak berhenti di ruang kelas. Menurutnya, sinergi tersebut adalah fondasi penting untuk membentuk karakter, kemandirian, dan empati sejak usia dini.
“Kami dari Sumenep hadir untuk berbagi praktik baik. Harapannya, lembaga-lembaga PAUD di Madura dapat saling menginspirasi dan tumbuh bersama sebagai komunitas pembelajar yang adaptif,” tambahnya.
Sementara itu, Dr. Moh. Wardi, M.Pd.I, sebagai asesor dari unsur akademisi, menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar rutinitas administratif, tetapi sebuah momentum reflektif untuk meningkatkan mutu dan merumuskan arah pengembangan lembaga secara lebih strategis dan terukur.
Dengan terlaksananya kegiatan visitasi ini, KB Al Imron diharapkan mampu menjadi pelopor dalam mengimplementasikan pembelajaran PAUD yang bermutu dan berakar pada nilai-nilai lokal, namun tetap terbuka terhadap inovasi global.
Kehadiran asesor dari Sumenep dalam proses akreditasi di wilayah Madura tidak hanya mencerminkan sinergi antarkabupaten, tetapi juga menjadi bukti bahwa Sumenep turut ambil bagian aktif dalam mencetak masa depan generasi Madura sejak usia dini. (REDJAVA****)












