JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep mencatat capaian pendataan Sensus Ekonomi (SE) 2026 telah melampaui target yang ditetapkan, meski petugas masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Sebagai solusinya, BPS kini membuka layanan pengisian kuesioner secara mandiri bagi seluruh warga, tidak hanya terbatas pada perusahaan berskala besar seperti aturan awal.
Hingga memasuki pekan keempat pelaksanaan, realisasi pendataan di Kabupaten Sumenep mencapai 48,31 persen, angka ini jauh melampaui target harian sebesar 43,31 persen maupun target pekan yang ditetapkan sebesar 43,60 persen. Secara keseluruhan, sensus ini menyasar sekitar 187 ribu pelaku usaha yang tersebar di 408 ribu bangunan di seluruh wilayah Sumenep.
Kepala BPS Kabupaten Sumenep, Handoyo Wijoyo, menjelaskan bahwa layanan pengisian mandiri awalnya hanya disiapkan untuk kalangan usaha besar. Namun menyikapi keluhan kenyamanan warga saat diwawancarai langsung, aturan ini kemudian diperluas untuk semua responden.
“Pada awalnya pengisian secara mandiri hanya disasar untuk usaha berskala besar, bukan untuk pencacahan di kalangan masyarakat. Namun kini seluruh warga dapat memanfaatkannya sebagai alternatif jika merasa kurang nyaman berbicara langsung dengan petugas,” kata Handoyo Wijoyo, Rabu (15/7/2026).
Ada dua cara yang bisa dipilih warga untuk mengisi kuesioner secara mandiri. Pertama, petugas akan memberikan formulir cetak yang bisa diisi di waktu luang sesuai keinginan warga. Setelah selesai, petugas akan memasukkan data tersebut ke dalam sistem resmi BPS. Cara kedua, warga dapat meminta tautan akses yang akan dikirimkan langsung ke alamat email mereka.
“Bagi responden yang tidak berkenan diwawancarai secara langsung, petugas sensus akan memberikan formulir kuesioner untuk diisi pada waktu yang lebih leluasa. Setelah selesai, petugas akan memasukkan data tersebut ke dalam aplikasi sensus yang telah disediakan,” jelasnya.
Opsi pengisian lewat email bahkan menjamin kerahasiaan data setingkat lebih tinggi. Sebab, semua jawaban yang dimasukkan akan langsung tersimpan di server pusat BPS tanpa sempat diketahui atau dilewati petugas lapangan sekalipun.
“Untuk menjaga kerahasiaan data responden, BPS juga menyediakan opsi pengisian melalui tautan yang dikirimkan ke alamat email responden. Data yang diisi melalui tautan tersebut akan langsung tersimpan di server BPS tanpa melalui petugas lapangan,” tegas Handoyo Wijoyo.
Meski capaian sementara sudah melampaui harapan, Handoyo mengakui petugas masih menemui hambatan di lapangan. Salah satu kendala utama adalah masih adanya sebagian warga yang menolak atau enggan berbicara saat didatangi petugas. Oleh karena itu, berbagai kemudahan ini disiapkan agar tidak ada satu pun warga yang terlewat dari pendataan.
“Hingga saat ini capaian pendataan di Kabupaten Sumenep telah mencapai sekitar 48,31 persen. Meskipun demikian, hasil tersebut diperoleh di tengah berbagai tantangan yang dihadapi petugas di lapangan, salah satunya masih adanya masyarakat yang enggan mengikuti wawancara,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Handoyo Wijoyo memohon dukungan seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dan memberikan jawaban sejujur-jujurnya. Pasalnya, data dari Sensus Ekonomi ini bukan sekadar angka, melainkan fondasi utama bagi pemerintah mulai dari pusat, daerah, hingga tingkat desa dalam menyusun rencana pembangunan dan menyalurkan bantuan agar tepat sasaran.
“Kami berharap masyarakat dapat menjawab setiap pertanyaan dengan jujur. Data yang akurat akan menjadi dasar bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pemerintah desa dalam menyusun kebijakan maupun menyalurkan program bantuan secara tepat sasaran,” pungkasnya.












